Mausoleum Dinger #1.5: Wortel Apa Seledri? Satu Apa Banyak?

di makam dinger
Numpang nampang dulu :hihi.

Omake
Ketika saya melihat rumpun daun hijau di perkebunan itu, yang terlintas di benak saya adalah bahwa itu tanaman seledri karena bentuk daunnya yang mirip banget. “Hen, itu seledri yah?” Saya bertanya pada Curio. “Banyak, yah, seledrinya. Kalau untuk buat rawon pasti banyak banget jadinya.”

Padahal apa membuat rawon itu pakai seledri juga saya tidak pasti. Asal njeplak saja.

Curio mendekat, ikut melihat, dan langsung berkata, “Bukan, itu wortel.”

“Ih, itu seledri. Sotoy lu ah. Lu kan petani apel. Mana tahu lu kalau itu seledri.”

“Itu wortel, Gara…”

“Seledri, Curio. Lihat itu daunnya. Lu pikir begini-begini gue nggak tahu bagaimana ngebedain wortel sama seledri, apa?”

“Itu wortel, Gara! Liat tuh ada oranye-oranyenya! Masa nggak lihat, sih?” Suara Curio sudah seperti mau menghantam maling helm dengan helm. Mengerti kan, maksud saya?

Eh iya, dan di sana ada warna oranye. Saya mesti mengakui kalau… itu wortel. Ish, kenapa sih mesti ada warna oranye di sana?

Laaaaaah?

Ganti pose dulu yak :haha.
Ganti pose dulu yak :haha. Ada mendung di belakang mengintip, tjuy…

Omake 2
“Oalah, benar wortel ternyata. Kalau begitu wortelnya banyak banget, ya?”

“Hah? Banyak? Maksudnya?” Curio masih terdengar sengit.

“Lha, itu? Kan daunnya ada banyak banget. Kalau satu daun itu kayak yang kulihat di TV, ya, kan ada satu wortel, jadi di sana mestinya ada banyak wortel, dong. Gimana, sih.”

Curio tak menjawab apa-apa, dan ketika saya menoleh, mukanya itu yang sudah mirip banget seperti siap melahap orang yang ada di sebelahnya. Emosi jiwa kayaknya teman jalan saya ini.

Dia pun langsung berteriak, “Wortel itu bukan yang satu daunnya ada satu umbinya itu, Gar! Itu sebanyak itu daunnya umbinya cuma satu!”

“Lho? Bukannya wortel itu satu daunnya ada satu umbinya? Kayak yang di TV-TV itu lho, Hen…. Satu wortel ada satu daunnya, bukan serumpun kayak begini, kalau begini kan aku ngiranya dia umbinya ada banyak.”

“Memangnya kamu lihat satu wortel yang satu daun itu ada di acara apa?” Kayaknya suaranya sudah yang hopeless banget.

Saya berpikir sebentar, kemudian ingat.

“Shaun the Sheep.”

:hehe… :peace.

Mari definisikan ulang apa itu "abandoned".

A post shared by Garo (@gara.pw) on


Omake adalah kata dalam bahasa Jepang untuk “ekstra”, atau “tambahan”, biasa digunakan di akhir manga atau anime untuk menampilkan hal-hal kecil yang terjadi sepanjang cerita, atau kesan pesan mangaka.

Foto-foto diambil oleh Curio.

80 thoughts on “Mausoleum Dinger #1.5: Wortel Apa Seledri? Satu Apa Banyak?

  1. Haduh, Bli Gara ini… * tepuk jidat* πŸ˜€ iya sih, wortel mirip sama seledri, satu keluarga. Tapi satu wortel satu daun itu… *peace*
    Sampai bela-belain cek google buat cari tahu arti omake. Dulu kenal kata itu dari animonster, tapi lupa maksudnya apa πŸ™‚ eh ternyata ada artinya di bawah.

    1. Laah yang saya lihat di film kartun itu begitu Mi, terusnya saya kalau beli wortel kan tidak pernah ada daunnya jadi saya kira mereka semua seperti itu :hehe.
      Iya ini semacam omake :hihi. Lumayan, buat lucu-lucuan :)).

  2. hua..ha..ha.., wortel bikin berantem
    eh iya aku juga tapinya baru liat pohon wortel di ladang kayak gituu itu belul lama. waktu jalan ke Bukittinggi.., takjub tapi nggak selugu dirimu wk..wk..

  3. Paling nggak, mulai sekarang udah lebih pede dong buat ngebedain daun seledri sama daun wortel hehehehehe …

    Btw, itu makam Dinger cuma pintunya aja yang tersisa? atau memang cungkup makamnya cuma sebesar itu Gara?

    1. Tentu saja Mas, kini tak mungkin salah lagi saya mah, mana seledri mana wortel :hehe.
      Mausoleumnya memang selebar itu, tapi ke belakang lumayan memanjang. Belum lagi dengan jalan kecil yang ada di depannya itu, dulunya monumen ini megah :)).

        1. Nah, sayangnya sampai sekarang saya belum bisa menemukan bagaimana tampak bangunan ini saat masih jayanya, Mas. Saya cuma bisa menduga dari apa yang saya temukan di sana, itulah sebabnya di postingan depan saya akan coba membuktikan dulu seberapa besar bangunan ini awalnya :hehe.

  4. gara numpang tanya dong itu yang diabandoned gara apa makam tuan dinger?? #kabursebelumdihelm

    gar coba kalau dibuat bagus ya itu mesti enak banget ya disana, walau bekas makam adem dan indah…

    kalo ini gak fokus, garaaa sandalnya mengingatkan kepada sandal jamannya dulu jjl ke bali dan lombok nih…. #bageeedh πŸ˜€

    salam
    /kayka

    1. Aaaak yang mana ya Mbaaak :hihi.
      Iya, kalau memang benar wujud aslinya seperti yang ada di postingan depan, pasti akan megah dan indah banget.
      Sandal gunung? Saya suka sandal gunung, Mbak. In fact, itu adalah satu-satunya sandal gunung yang saya punya :haha.

      1. itu lho gar foto yang ketiga… hehhehe

        pastinya gar, makam-makam londo jaman dulu memang megah, liat aja di museum taman prasasti…

        salam
        /kayka

  5. Bli Gara bikin emosi jiwa temennya aja :-)).
    ternyata omake maksudnya itu ya, saya sering baca manga dan ada cerita2 tambahan diakhirnya ternyata namanya omake, baru tau,hehe terima kasih sudah berbagi informasi πŸ˜‰

        1. Waaa saya mau banget ke sana Mbak, di sana ada makam anak-anaknya Thomas Stamford Raffles… beliau punya 5 anak cuma sebagian besar meninggal di Bengkulu… :huhu. Aaaak kepingin banget ke sana :hihi, soalnya jejak Inggris di Indonesia selain ada di Bogor cuma ada di Bengkulu :)).

          1. Aku sempet tanya Bli sama orang sekitar sini, katanya makam anaknya Raffles (cieee akrab) udah lenyap bahkan sampe ga ada yang tau letak persisnya di mana, cuma aku juga gak tanya di situ yang masih tersisa makamnya siapa. Karena emang waktu aku lewat juga kayanya ga terawat. πŸ™
            Yang masih utuh ada di sini itu di tempat lain, makamnya Thomas Parr, itu letaknya di Fort Marlborough Bli. Kalo ga salah dia juga Residen Inggris dulunya.

          2. Oalah, sayang sekali. Kalau tak salah, bahkan makam Rafflesnya sendiri pun kini tak diketahui. Astaga, sebetulnya ada cerita kutukan soal ini tapi saya belum mau membukanya sekarang :hihi.

            Oh iya, benteng itu! Wah kepengin banget saya berkunjung ke sana, semoga bisa :hehe.

          3. Bli please simpen sendiri ajaaa, tar aku ga berani balik ke kos. :”””(
            Nanti aku share jalan-jalan ke Benteng Marlborough yaa, didoakan bisa ke sini. πŸ™‚

        1. Oalah ternyata hahaha. Mungkin mestinya sop ya, saya malah ingatnya rawon :haha.

          Mbak, saya ada kirim e-mail, mohon dicek Mbak, terima kasih :)).

  6. Kalo kamu tahunya wortel dari Shaun the Seep, saya tahunya dari Masha and The Beear, haha. Kirain emang yang kayak di film kartun itu, satu umbi satu gerombol daun, ga bercabang.
    Btw, fotomu ada penampakannya lho…

  7. Ternyata postingan ini membahas kericuhan dua orang yang membahas tentang wortel dan seledri *geleng-geleng kepala*

    1. Cuma ada foto rumpun wortelnya Mbak, di postingan sebelah :hehe. Kalau saya cabut wortelnya nanti takutnya saya seperti di Patung Ganesha, disorakin si peladang gara-gara salah injak :hehe :peace.

Terima kasih sudah membaca! Sudilah kiranya meninggalkan jejak?