#70TahunPMI dari Saya yang Sedang Linglung

Terlalu lama istirahat di atas tempat tidur juga tidak punya kekuatan penyembuh yang hebat, kalau menurut saya. Malah jadi banyak kepikiran soal penyakit yang sedang melanda. Teringat lagi soal kecelakaan yang membuat saya sakit dan berdarah di mana-mana, serta ketidaknyamanan saat beraktivitas, yang ujung-ujungnya cuma bikin sutris kalau saya cuma diam dan mengingat-ingat.

Jadilah saya memaksakan diri (lagi) untuk bangun dan berkendara di jalanan kota Jakarta yang benar-benar tidak cocok untuk seseorang yang masih suka pusing saat baru bangun dan masih (agak) linglung saat naik motor di jalan. Pokoknya saya ingin jalan-jalan. Entahlah ke mana, yang penting jalan.

Akhirnya saya cuma mampu naik motor sampai Monas, setelah sebuah rasa sakit menyuruh saya berhenti. Parkir motor di IRTI dan mencoba jalan-jalan ke deretan bangku-bangku di Medan Merdeka Barat. Lumayan sih, cuma masih belum bisa jalan secepat dulu, walhasil saya pelan-pelan. Yang penting santai. Lagipula saya memang butuh banyak bergerak biar otot-ototnya tidak tegang jadi jalan sejauh ini harus bisa.

Sebetulnya juga tidak jauh-jauh amat karena toh saya sudah menentukan mau ke mana: Museum Nasional.

Sebelum berangkat saya sempat mengecek akun twitternya Museum Nasional. Katanya ada pameran foto dan benda sejarah tentang 70 tahun PMI di sana, dari tanggal 10 sampai 17 September nanti. Kemarin (tanggal 10) ada peluncuran sesuatu dan ada Ibu Meutia Hatta hadir. Saya tak tahu peluncuran apa, dan bahkan tadi saya lupa PMI itu apa.

Iya, saya lupa PMI itu apa sampai saya menyeberang di lampu merah dan melihat spanduk-spanduk di Museum Nasional. Barulah saya ingat kalau PMI itu Palang Merah Indonesia…

Padahal sepanjang jalan dari Monas ke Museum Nasional saya sudah banyak melihat anak-anak SMP dan SMA yang tentunya ikut ekskul PMR, tapi pikiran saya lagi-lagi melayang entah ke dunia yang mana lagi.

Kalau saya pikir-pikir, semenjak jatuh dari motor kemarin saya jadi somewhat aneh. Mungkin karena kepikiran terus soal jatuh dari motornya, setiap lewat jalan berguncang pasti teringat lagi saat-saat pikiran saya blank dan jatuh di tanggal seminggu yang lalu itu (alamak, saya kenapa sih). Pikiran saya pun jadi ikutan blank, tidak fokus.

Yang bisa saya ingat dari kecelakaan itu cuma mata saya melihat aspal, terus gelap, terusnya lagi saya sudah bangun sendiri dengan luka-luka dan motor yang tergeletak di tengah jalan terus saya minggir mencari orang.

Misal kalau naik motor, sekarang jadi suka melamun. Kadang tiba-tiba saja kendaraan di depan mengerem dan saya agak gelagapan. Itu kejadian bukan sekali dua kali, sudah beberapa kali. Dan saya tahu itu salah tapi setiap naik motor masih saja pikiran ini kadang suka kosong beberapa kali. “Untung” Tuhan masih melindungi saya sehingga sayanya sadar di saat yang tepat.

Terus linglung. Suka lupa soal sekitar jadi kadang fokusnya malah ke hal-hal yang tidak penting. Seperti tadi, baru ingat apa itu PMI setelah lihat banyak palang merah bertebaran dan anak-anak PMR lewat di depan mata. Itu pun ada jedanya beberapa saat.

Terusnya lagi, di ramai-ramai pameran PMI itu, saya ada tiga kali masuk Ruang Prasejarah di Gedung Arca, bolak-balik tapi di dalam saya tidak ngapa-ngapain, cuma melihat tulisan yang ada di dinding tapi itu pun tidak saya baca. Bahkan pak satpam sudah melihat curiga karena saya mondar mandir terus di sana. Tapi karena banyak orang jadi dia tidak ngapa-ngapain.

Kok saya jadi aneh begini, ya.

Sudahlah, saya keluar saja, lihat pameran benda sejarah PMI. Berhubung saya tidak masuk dari jalur yang seharusnya (ternyata ada alur sendiri buat melihat pameran ini), linimasanya jadi kacau dan waktunya lompat-lompat. Tapi tak apalah, saya cukup menikmati pamerannya.

20150913_125808

Jadi, di sini ditampilkan benda-benda bersejarah yang sepertinya menjadi tonggak perkembangan kepalangmerahan di Indonesia sejak sebelum lahirnya PMI di tanggal 17 September 1945, sampai hari ini. Selain pameran alat-alat kimia kesehatan yang digunakan PMI untuk mengolah darah di masa lalu, ada juga foto-foto juga potongan surat kabar tentang kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan organisasi ini.

20150913_125704

Juga, alat-alat lain yang digunakan relawan PMI untuk melaksanakan kegiatannya, misalnya sepeda dan mesin ketik tua yang jadi objek bagi seorang ayah dan anaknya yang asyik memencet-mencet.

20150913_130018

Ada juga koleksi piring dan gelas seng yang terkenal banget di masa lampau, cuma saya tidak memfotonya.

Mikroskop, dan alat-alat pengolah darah yang sepertinya akan memutar-mutar sampel darah dan memisahkan bagian-bagian darah supaya lebih mudah untuk diteliti.

20150913_125820

20150913_130002Buku-buku masa lalu, memento PMI dalam mengajak orang-orang untuk menjadi sukarelawan (sampai sekarang pun ternyata bisa jadi sukarelawan PMI di Korps Sukarela. Saya baca keterangannya di sini).

20150913_125736

Obor ini digunakan dalam acara Run for Humanity. Sepembacaan saya acara itu dilangsungkan di tahun 1994.

20150913_125836

Dokumentasi tentang kegiatan-kegiatan PMI di masa lalu juga ada.

20150913_130039

Ada juga diorama tentang peran PMI saat bencana tapi itu juga tak saya perhatikan terlalu lekat.

Ah, entahlah, saya tadi kurang terlalu memerhatikan. Banyak fakta yang belum saya ungkap lebih jauh di pameran itu. Menurut sebuah papan yang ada di pintu masuk alur pameran yang benar, jika ditelusuri sesuai arahnya, maka pengunjung bisa sedikit mengetahui perkembangan PMI dari saat berdirinya di tahun 1945 hingga sekarang di tahun 2015. Tapi saya tadi tidak terlalu memerhatikan… bahkan apa yang saya perhatikan selain benda-benda itu pun saya tak terlalu ingat.

Meskipun saya tidak 100% banget memperhatikan acara tadi, menurut saya, pameran tadi sudah sedikit membuka mata saya soal organisasi kemanusiaan ini. Sebelum ini saya cuma tahu PMI itu suka mengadakan bulan dana dengan sumbangan Rp100 (sekarang Rp300 kalau saya tak salah ingat), terus donor darah, dan Palang Merah Remaja. Selebihnya saya kurang begitu memerhatikan.

Tapi tadi saya cukup tahu kalau organisasi ini perannya strategis banget bagi umat manusia. Misalnya ada perang, atau bencana alam, ketika semua orang cuma memikirkan keselamatan dirinya sendiri atau keluarga terdekatnya saja, di masa-masa sulit itu Tuhan ternyata menurunkan malaikat-malaikat mahabaik untuk menolong semua yang ada dalam masa-masa sulit itu.

Orang-orang itu adalah relawan-relawan palang merah.

Misalnya lagi kalau seseorang kena kecelakaan terus kehabisan darah dan butuh transfusi, yang pertama terlintas di kepala pasti PMI terdekat, apakah di sana masih ada stok darah yang bukan tidak mungkin jadi penyelamat nyawa banget bagi orang yang membutuhkan itu.

Kayaknya, sudah saatnya kalau kita lebih peduli dengan orang-orang di sekitar kita. Sudah saatnya kita peduli dengan kemanusiaan dan organisasi-organisasi yang terkait dengan hal itu, misalnya saja PMI. Yah, tidak harus dengan memberi donasi jor-joran, tapi misal kalau ada donor darah diselenggarakan di beberapa tempat dan kebetulan kondisi tubuh kita sedang fit, tak ada salahnya untuk mencoba berdonor, kan banyak manfaatnya. Salah satunya, kalau sudah 100 kali berdonor katanya bisa ketemu dengan Bapak Presiden dan dikasih penghargaan :hehe.

Sayang sekali saya tak terlalu lama mengeksplor di sana soalnya kepala sudah mulai sakit jadi saya mesti pulang lagi. Saya tak mau terlalu banyak mengeluh tapi mesti saya akui kalau sejak kejadian itu saya juga jadi gampang lelah, entah kenapa. Bahkan duduk pun tidak kuat lama :hehe :peace.

Padahal pameran ini lumayan juga besarnya. Ada replika posko bencana di amfiteater luar Gedung Arca. Ada juga pameran alat-alat yang disiapkan PMI saat penanggulangan bencana. Saya suka pengaturannya soalnya tidak berantakan.

Pameran ini sendiri juga bagian dari perayaan 70 tahun PMI di tanggal 17 nanti. Selain ini, ada juga beberapa acara lain, seperti peluncuran prangko (yang sepertinya bisa dibeli langsung selama pameran), lomba-lomba seperti Lomba Stand Up Comedy (yang tadi siang), Lomba Baris Berbaris atau Lomba Menggambar, ada berbagai seminar, workshop, dan talkshow juga.

Buat para blogger, bisa mengikuti perbincangan dengan tema “Eksistensi PMI di Mata Blogger” pada tanggal 15 September 2015 jam 13.00 di Museum Nasional juga. Silakan cek informasinya di sini. Siapa tahu masih bisa daftar :)).

Akhir kata, izinkan saya menutup tulisan ini dengan ucapan selamat ulang tahun untuk PMI, semoga bisa terus mengabdi untuk kemanusiaan dan kemerdekaan Indonesia :)).

Dan, ada juga ucapan selamat ulang tahun dari Presiden Soekarno di ulang tahun PMI yang kelima, 17 September 1950:

Lima tahun lamanya PMI berjuang dan berkorban, untuk syiarnya bangsa kita dan untuk memenuhi tuntutan perikemanusiaan.

Pekerjaan yang masih harus kita selesaikan bertimbun-timbun, dan banyak yang sulit-sulit pula.

Tetapi semangat PMI dalam lima tahun yang lalu itu memberi kepercayaan kepada saya, bahwa segala kesulitan itu akan dapat kita atasi.

Mari berjalan terus!

Soekarno
17/9/1950.

20150913_130148

Salam dari saya yang masih berusaha supaya berhenti linglung. Fokus, fokus!

67 thoughts on “#70TahunPMI dari Saya yang Sedang Linglung

  1. ngomong-ngomong soal pmi jadi ngingetin dulu jaman saya smp dan sma anak-anak harus ngumpulin. sumbangan gitu. lumayan males nih gar, jadilah kalau lagi ada acara keluarga, oom2 dan tante2 dipalakin utk nyumbang. gak banyak sih tapi lumayan deh.

    salam
    /kayka

  2. Itu alat yang dirimu bilang untuk muter-muterin sample darah, namanya adalah centrifuge spinner. Aku juga pakai di lab tempat kerjaku ini, tapi samplenya beda, minyak bumi mentah hahaha …

    Cepet sembuh ya Gar, dan sehat lagi. Semoga segera berkurang linglungnya. Serem ah bawa motor sambil ngelamun gitu.

    1. Mungkin karena ia bekerja dengan gaya sentrifugal ya, Mas :hehe.
      Iya Mas, mudah-mudahan bisa lebih fokus. Memang bahaya banget jadi saya pelan-pelan saja bawa motornya :hehe.

  3. Ya ampun, Gara! Nggak ada yang patah, kan? Kamu jadi linglung gitu karena masih trauma kali ya, Gar. Sudah cek ke dokter saraf? Tapi kalau memang trauma, aku juga dulu gitu ketika jatuh dari motor. Banyak-banyak minum air putih aja sih supaya ga dehidrasi dan tetap konsentrasi. Cepat sembuh ya, Gar.. πŸ™‚

  4. Semoga traumanya bisa segera hilang ya Gar..kalo bisa jalan-jalannya jangan sendiri dulu lah. *eh, bukan nyindir πŸ˜› Ya maksudnya rame-rame gitu biar pikiran kita jadinya gak kemana-mana juga yg kemudian linglung.
    Saya anak PMR loh dulu *teruskenapa* hehehe Cuma sayangnya tiap kali mesti donor selalu ditolak, hiks. Kalo gak tensinya pas-pasan, ya kurang, ato Hb-nya πŸ™ yaa semoga lain kali bisa menyumbang secara langsung.

    1. Iya sih kalau jalan sendiri dalam situasi seperti ini memang bahaya, apalagi saya juga rasanya masih capek banget. Kayaknya memang butuh seminggu lagi istirahatnya (baca: tidak usah ke mana-mana dulu selain kantor :hihi). Amin, semoga lain kali bisa berdonor betulan. Banyak-banyak makan bayam ya, Mbak :hehe.

    1. Terima kasih. Iya, PMI lagi ulang tahun, ayo jalan ke pamerannya Mas, lumayan bisa lihat-lihat seragam relawan dari masa ke masa terus foto bareng di booth-nya :hehe.

  5. Garaaaaa. Oh my god! Fokus Gar.. Cara biar fokus (maksa diri fokus) : inget-inget orang tersayang di rumah Gar dan setiap inget mereka langsung inget fokus. Banyak makan buah dan sayur Gar biar cepet pulih. Soal PMI buat gw di postingan ini malah jadi tema selingan.

    1. Iya memang kemarin sayanya agak tidak fokus sih Mas di pameran itu, tidak begitu memerhatikan :hehe. Baru ngeh soal mobil-mobil dan obor itu setelah nyampe kosan dan tidur siang :haha. Lagi kurang fokus banget nih, mesti banyak tidur! :hehe.

  6. Gara dear, mungkin perlu pemeriksaan lebih lanjut… apa ada benturan di kepala yang tidak disadari? Atau shock yang ga dirasakan karena berasa kuat. Kalau memang fisik sudah ok, mungkin hati yang perlu diperhatikan… πŸ™‚

    Jalan-jalan lagi…

    1. Mungkin ya Mbak, saya sih sejauh ini merasa baik dan tidak ada benturan yang saya rasakan, tapi check up yang menyeluruh saya rasa memang perlu. Terima kasih ya Mbak. Semoga saya cepat kuat dan pulih jadi bisa jalan-jalan lagi dalam waktu yang tidak terlalu lama :amin.

  7. Terimakasih banyak atas tulisan ini. Palang Merah atau kalau secara internasional dibilangnya Red Cross memang punya peranan penting banget dalam mengantisipasi bencana alam dan musibah yang berdampak pada korban dalam jumlah besar, juga halnya ketika ada korban-korban yang bersifat individu seperti yg disebutkan. Saat ini Red Cross juga punya peranan penting di Eropa dalam menangani kasus pengungsi yang datang berlimpahan dari Syria dan Afganistan.

    Banyak istirahat ya dan semoga lekas sembuh. Mungkin segera cek lagi ke dokter kalau masih kurang fit πŸ™‚ salam hangat dan turut didoakan dari sini biar cepat pulih dan aktif kembali πŸ™‚

    1. Betul Mbak, Palang Merah memang besar sekali perannya bagi kemanusiaan dan masyarakat yang membutuhkan. Bahkan kita pun kendati ada dalam negara yang damai nyatanya memerlukan juga peran Palang Merah, soalnya organisasi ini menyeluruh banget sih :hehe, keren banget.
      Terima kasih banyak ya Mbak :)).

  8. Duh Mas Gara, linglung aja masih bisa moto dan bikin postingan yang bagus dan lengkap gini. Tapi saya juga mengalami hal yang kurang lebih sama. Saya dua minggu sakit dan seminggu diantaranya bedrest. Bosan banget rasanya di tempat tidur, tapi kalau jalan, atau mengerjakan hal lain kok masih aja nggak mood, nggak semangat, cepet cape dan gampang kliyengan. Serba salah euy. Btw, cepet pulih ya, mas….

    1. Iya Mbak, cepat pulih juga buat Mbak, doh kita senasib :hehe. Kemarin kurang maksimal banget Mbak, soalnya saya memotret cuma pakai tab, DSLR masih berat banget dibawanya :hehe, tapi syukurlah kalau postingan ini bisa memberi tambahan informasi :)).

  9. Gara, kapan kecelakaan? haduh.. aku baru tau.. gmn crtnya? eh maaf maaf.. aku malah suruh Gara crt gini mana masih pusing ya hehe.. cpt pulih ya Gar, semoga cpt sehat. Tapi keren euy.. linglung gini postingannya lengkap dan panjang. Banyak istirahat dulu ya Gar, next mendingan naik kendaraan umum aja dulu kali yaa, dari pada motor???

    1. Hampir dua minggu lalu Mbak :hehe. Iya Mbak, terima kasih, postingan ini masih sangat tak lengkap tapi saya bersyukur karena ini bisa bermanfaat. Setuju Mbak, memang saya kayaknya mesti stop naik motor dulu, soalnya sakitnya akan tambah parah kalau saya banyak naik motor :huhu.

  10. Palang Merah, memang memiliki peran penting di dunia kemanusiaan. Mereka ngga hanya sekedar penyalur darah saja, namun aktif di berbagai respon untuk situasi konflik dan emerjensi. Pusat dari seluruh Palang Merah, berkantor di Geneva. Untuk respon emergency, dibawah naungan IFRC (International Federation Red Cross). Sementara untuk respon wilayah conflict dan perang, maka akan berada di bawah naungan ICRC (International Committe of the Red Cross). Palang Merah juga berperan banyak saat pemulihan bencana tsunami di Aceh, tahun 2004.

    Btw, Semoga cepat sembuh Gara. Banyak istirahat dan jangan mikir yang aneh-aneh πŸ˜€

  11. Weleh habis jatoh dr motor Gar? Nekat juga ya Gar sendirian ngendarain motor saat kepala masih pening πŸ˜€ ati2 Gar, jenuh di rumah wajar cm sendirian keluar masih blm fit banget bisa berabe. Moga segera pulih seperti sedia kala yaa, amin… πŸ™‚

  12. Kenapa tulisan yang Magnet itu (tentang Monas) ditutup komennyaaa? Aku kab mau komeeen. Suka puisinya banget tauuu.
    Btw, suka postinganmu yang ini. Lain dari yang lain πŸ™‚ Suka aja.

Terima kasih sudah membaca! Sudilah kiranya meninggalkan jejak?