Tiba-tiba ingin mudik.

Barusan dapat telepon dari rumah, yang membuat tiba-tiba ingin mudik. Bapak menemukan sesuatu saat membuat pondasi di tanah kebun di daerah pelosok lombok barat. Sebuah batu bundar dengan cekungan bulat sempurna di bagian tengahnya. Dan satu batu bulat panjang lagi, yang jika ditegakkan di cekungan bulat tadi, berdiri dengan sangat pas.

Awalnya bapak bilang kalau batu itu cuma lumpang biasa. Tapi ibu membantahnya. Masa iya, katanya. Menurut ibu ada beberapa kejanggalan. Kata ibu, itu bukan lumpang. Tapi lebih ke peninggalan masa lalu. Bapak tidak percaya dan bertanya saya. Saya tidak bisa langsung menjawab, jadi saya minta ibu menjelaskan dulu apa maksudnya dengan semua itu.

Pertama, batu itu ditemukan di bawah sebuah pohon tua nan besar. Lumpang umumnya ditemukan di dapur karena itu alat masak. Siapa yang meninggalkan alat masak terkubur di bawah sebuah pohon tua, kata ibu. Tidak mungkin itu alat masak, dan itu memang bukan alat masak. Daerah tempat tanah itu berada tidak pernah jadi perumahan sejak zaman dahulu kala.

Dari sejarah yang saya dengar berdasar cerita bapak, daerah itu dulu milik raja karangasem. Sayang otentisitasnya terbatas karena obrolan itu saya dengar sambil lalu.

Dua. Di bawah pasangan batu aneh yang bapak temukan ini, ada bongkahan batu lagi yang besarnya bukan main. Kata ibu, bentuk bongkahan batu yang besar ini rata. Seperti sudah halus. Tapi bapak bilang itu batu alami. Saya menyarankan untuk menggalinya, tapi bapak menolak. Katanya butuh alat berat kalau batu itu mau diangkat. Ibu juga tidak setuju karena penggalian pondasi ini sudah memakan banyak biaya. Lagi pula, tak ada salahnya batu itu tetap ada di sana karena tidak mengganggu rencana pondasi.

Tiga. Ini benar-benar soal kebetulan. Tapi bapak menemukan batu itu hari jumat kliwon, yang merupakan hari keramat dalam penanggalan hindu. Umumnya benda-benda β€˜seperti itu’ mencari waktunya sendiri untuk muncul, dan sekarang ada satu yang bapak temukan.

Selain itu, bapak β€˜naksir’ tanah ini di masa lalu itu sampai membela-belakan diri membelinya padahal utang masih belum lunas semua, karena entah kenapa perasaan bapak sangat hening dan tenang saat berada di petak tanah ini. Bagian tempat pohon itu berada memang akan dijadikan bapak sebagai sarana meditasi. Entah dalam wujud bagaimana, apa dibuat merajan kecil, saya juga kurang paham.

Tapi yang paling bikin saya heran, adalah karena saya tak pernah bilang pada orang tua bahwa saya ini blogger yang suka menulis tentang sejarah, jadi orang tua tahunya ya saya suka cari situs purbakala saja, karena selera jalan-jalan yang aneh. Sedangkan sekarang saya ditanya soal-soal seperti ini. Ibu dan bapak bertanya itu batu apa dan batu apa gerangan yang bisa berdiri tepat di tengah cekungan, seolah-olah mereka adalah pasangan. Saya baru menjawab mengambang dengan mengatakan itu mungkin lingga yoni atau menhir.

Ibu langsung gembira ketika saya bilang bahwa itu mungkin lingga yoni. Tapi belum pasti, kata saya. Saya mesti melihat sendiri benda itu sebelum bisa saya putuskan itu apa. Mungkin juga cuma lumpang biasa.

Meskipun lokasi dan kondisi penemuan benda itu tentu membuat kecurigaan saya bukan tanpa alasan… tapi yang jelas saya kudu pulang. Hanya saja, cuti sudah habis, libur juga jauh, apalagi tambahan rutinitas membuat saya mesti pintar mengatur waktu dan meminimalkan waktu piknik atau jalan-jalan.

Tuhan akan menolong. Saya yakin itu.

menhir-punden-tutup-batu
jika bentuknya seperti ini, saya tak bisa berucap banyak…

47 thoughts on “Tiba-tiba ingin mudik.

  1. Orang tua pasti tahu dengan hobi anaknya mas. Saya juga tidak pernah bilang ke orang rumah kalau suka nulis. Bahkan ketika tiap hari menenteng kamera memotret sunrise atau sunset pun bapak bergeming. Dia hanya bilang, kenapa tidak diabadikan. Entah dari siapa beliau akhirnya tahu kalau saya suka nulis.

    Semoga lekas cuti lagi mas. Tentu menjadi hal yang menyenangkan jika mencari informasi mengenai batu tersebut bersama keluarga. Ada banyak cerita yang bisa diangkat πŸ™‚

    1. Kalau kegemaran mengunjungi tempat-tempat seperti itu sih tahu Mas, cuma soal blog ini belum tahu, haha. Tapi mungkin sekarang sudah tahu, hihi. Amin, terima kasih. Nggak sabar pingin segera pulang, hehe.

  2. wah. jangan2 bapak ibumu sering baca blogmu mas. atau diam2, pas searching dengan keyword “batu berlubang” muncul tulisanmu. Kalau bener rupa batunya kaya begitu, berarti memang Lingga dan Yoni mas. Berarti kalau digali lebih dalam lagi, bakal nemu tempat ibadatnya, minimal batu dengan besar yang lebih. Wah, kok pas banget sih sesuai dengan aliranmu mas. hehe.
    Segera mudik, Mas. Aku pengen tahu lebih dalam lagi. Tapi jangan hubungi BPCB dulu. wkwkw. takutnya sampean malah digusur πŸ˜€

  3. Sepertinya sejarah bukan hanya mencari waktu yg tepat utk membuktikan diri, tapi juga menemukan orang yang pas untuk mengulasnya. Terlepas itu lumpang biasa atau Lingga dan Yoni, benda temuan bapaknya Gara tetaplah peninggalan masa lampau.

    Semoga mudiknya juga menemukan jalan secepatnya. Ditunggu ulasan selanjutnya.

  4. pakai cuti alasan penting ha.. ha…
    iya sih kalau ada kabar sesuatu yang disuka pasti penasaran pengen cepat2 diliat dan dipelajari
    iya kaya lingga yoni
    atau itu tumpuan tiang rumah kuno?
    di kampungku tiang2 utama rumah itu ditumpu di atas batu, nggak tertanam dalam tanah, karena daerah rawan gempa

  5. selera jalan-jalanmu ga aneh tauk mas, malah keren wisata sejarah gitu’btw di kedalaman berapa memang masbatu menyerupai lumpang yang ditemukan di bawah pohon? saya jujur merinding pas kalimat ditemukan jumat kliwon yang mana menurut hindu, benda-benda ini akan memunculkan diri dnegan sendirinya gitu, wow kalo itu satu dari situs yang berkoloni bisa bisa bernilai miliaran tuh mas

    1. Nah berhubung saya nggak ada di sana saat penggalian, saya jadi kurang tahu itu ada di kedalaman berapa. Cuma kata Bapak, posisinya di bawah akar pohon tua. Waktu akarnya yang tersisa diangkat, batu ini juga ikut terangkat. Mungkin sekitar 2 meteran kali ya.
      Soal nilai finansialnya… biar jadi nilai inheren saja Mbak, hehe.

  6. Kalau penemuannya bersejarah lumayan mas. Siapa tahu ada benda purbakala lain yg bisa ditemukan bila dilakukan penggalian. Klo ada penemuan besar, mas gara bisa terkenal. Wuih…..Keren itu.

    1. Haha, yah kalau penemuannya ternyata bersejarah itu nanti saja kita selesaikan. Kami tak ada berpikir ke arah sana dulu. Saya cuma penasaran dengan bagaimana bentuk dan kenampakan benda itu, haha.

  7. Bila semesta mendukung ibu dan bapak saat membeli tanah dan antusiasme beliau akan temuan ini, semesta juga mendukung rencana Gara pulkam di Nyepi nanti. Salam

  8. Disaat saya kecil dikampung dulu juga ditemukan lumpang dan alu yang mirip begini. Cuma karena orang kampung gak ngeh sejarah cuma ditarok sembarangan.

    Selamat hari nyepi (yang akan datang), Gara.

Apa pendapat Anda terhadap tulisan tersebut? Berkomentarlah!