Terima Kasih, Teman-teman.

Saya betul-betul tidak menyangka akan menulis ini. Saya kira blog ini tidak akan bisa kembali normal seperti semula dan saya mesti membuat blog baru. Blog baru yang saya juga tidak tahu akan bertahan sampai kapan, tapi paling tidak, sampai blog baru itu error lagi sehingga saya mesti buat blog yang baru lagi. Sebuah lingkaran setan yang saya enggan masuki, tapi ternyata sudah menelan diri saya.

Frustrasi? Ya iyalah. Siapa yang tidak frustrasi ketika saya merilis tulisan baru (dan dikomentari) namun yang muncul di laman pembuka teman-teman semua adalah komentar dan komentar?

Membuat blog baru juga, bagi saya, bukanlah suatu solusi pada akhirnya. Tulisan saya di sini sudah (sangat) banyak, dan kesemuanya itu jadi saksi perkembangan tulisan saya, dari yang bukan apa-apa sampai yang sudah sedikit berbentuk (kendati masih banyak bolongnya, tentu saja). Tulisan-tulisan saya, disadari atau tidak, berubah seiring pemahaman saya yang (syukurnya) makin bertambah (meski masih sedikit). Dari yang hanya tulisan ala-ala menjadi penjelasan singkat akan foto, sampai ke (percobaan) melakukan sedikit baca-membaca supaya tulisan-tulisan ini ada “isinya”.

Lagi pula, tidak ada yang bisa menjamin bahwa blog yang baru itu (nantinya) tidak akan bermasalah seperti blog ini (dulu). Saya juga sempat berpikir bahwa tidak apa-apa bikin blog baru, nanti pindahkan saja semua isi blog lama. Waduh. Pindahan blog bukan barang mudah bagi saya. Migrasi ke self-hosting sudah jadi barang yang cukup menantang. Apalagi pindahan dari blog yang asalnya mengalami masalah yang mungkin saja disebabkan postingan yang error? Oke saya kebanyakan berpikir, hehe.

Jadilah saya sempat menghilang barang beberapa lama. Mungkin karena agak trauma. Mungkin juga karena agak putus asa, jadi enggan mencoba. Untuk apa posting kalau yang didapat cuma error dan pemberitahuan bahwa yang muncul di feed teman-teman semua hanya komentar, begitu pikir saya dulu. Tak enak rasa hati ini kalau di laman utama WordPress teman-teman yang muncul hanya komentar, bukan tulisan.

Meski dengan kenyataan bahwa blog ini bisa dibetulkan membuat saya selaku pribadi terkesan belum berusaha maksimal, tapi bagi saya sendiri, saya sudah melakukan apa yang menurut saya bisa dilakukan, sebagai seseorang dengan pengetahuan di bidang teknologi informasi nyaris nol. Sayang upaya yang saya lakukan sendiri itu masih tanpa hasil. Makin down rasanya (pasang emot tutup mata).

Tapi saya beruntung sekali teman-teman di dunia blogging ini sangat pengertian, dan saya sangat berterima kasih soal itu. Tidak pernah ada seorang pun yang menyalahkan saya karena error ini. Tidak pernah juga ada yang menyalahkan karena menganggap saya mengabaikan tulisan-tulisan. Malah mereka turut berprihatin dengan keadaan saya, sesekali menanyakan kabar. Saya bersyukur bahwa Tuhan menciptakan orang-orang baik seperti teman-teman semua.

Beberapa bulan berlalu dan saya mencoba untuk tidak berhenti menulis. Meski blog error, meski kalau sekalinya saya rilis tulisan yang ada hanya tinggal rasa bersalah gara-gara yang muncul lagi-lagi komentar, ya sudah, tetap ditulis saja. Meskipun yang baca juga hanya saya, tak apa. Suatu hari nanti, kalau blognya sudah beres, pasti bisa rilis. Mungkin bagi Tuhan waktunya belum tepat untuk merilis semua tulisan itu. Saya pun akhirnya “menumpuk” tulisan di aplikasi pengolah kata. Mungkin bisa dibukukan juga, jika ada yang berminat soal perjalanan menyusur candi. Ini kode lho, hehe.

Suatu hari saya berpikir, kasihan sekali kalau tulisan-tulisan ini tak ada rumah. Lalu berdasarkan penelitian saya soal karakteristik error ini yang akan hilang jika URL blog berganti, saya memikirkan pula kemungkinan membuat blog dengan alamat baru. Dulu-dulu saya belum melakukannya karena khawatir mengganti alamat (mencari jejak) berarti mengganti identitas (saya ternyata idealis juga, ya). Namun semakin ke sini, kebutuhan membuatkan rumah untuk tulisan mendadak jadi lebih penting daripada ego saya akan sebuah identitas. Lahirlah, akhirnya, blog baru dengan fasilitas subdomain, jadi saya tidak melanggar identitas, hanya mengganti ke alamat baru.

Saya tidak punya ekspektasi, apalagi ambisi apa-apa soal blog yang baru (ketahuan kalau saya di blog yang lama dulu sangat ambisius). Ya sudahlah, yang penting tulisannya punya rumah. Tidak lagi berpikir soal promosi atau apa-apa yang terlalu ngoyo dengan jumlah view mesti lebih baik dari hari kemarin, peringkat atau apalah kegombalan semu lainnya. Paling berbagi tautan di beberapa akun twitter, ya sudah. Tidak berharap apa-apa karena saya harus sadar diri, tulisan juga masih sangat perlu ditingkatkan kualitasnya. Jadi buat apa juga dibandingkan.

Sempat pula saya di tengah masalah ini berpikir bahwa ini mungkin karma dari perbuatan di masa lalu. Pikiran yang agak jauh tapi karma adalah satu dari iman dalam agama saya. Makin pasrah dibuatnya. Mungkin dulu saya pernah menghambat orang lain untuk berekspresi sehingga saya mesti mengalami kejadian seperti ini (ini memang pernah kejadian di awal 2010, saya akui). Kalau memang demikian adanya, saya minta maaf. Dengan demikian saya mesti menunggu saja untuk hal ini. Masih (berusaha) bersyukur sih kalau karma jelek itu saya habiskan sekarang, ketimbang nanti-nanti.

Sampai suatu hari, Mas Halim me-WA, bertanya apakah masalah blog saya sudah selesai. Tentu saja saya bilang belum. Lalu ia menjawab kalau Mas Alid berniat untuk membantu memperbaiki blog saya, jika saya berkenan. Membaca itu, saya sempat agak heran. Hah? Nggak salah? Tentu saja saya sangat berkenan kalau ada yang mau membantu. Malah saya yang rasanya tidak enak karena akhirnya merepotkan. Di sekitar saya banyak orang baik tapi sepertinya saya belum cukup berbuat baik pada orang-orang. Jujur kemarin itu saya sempat merasa demikian. Mungkin bawaan tabiat yang terlalu sungkan (padahal aslinya malu-maluin).

Beberapa kali percobaan belum membuahkan hasil karena setiap kali saya cek, masih komentar yang muncul di feed WordPress.  Saya salut karena Mas Alid sampai bela-belain mengutak-utik blog saya pada jam-jam istirahat. Bagi sebagian orang itu mungkin bukan sesuatu yang wah tapi bagi saya hal itu sangat berarti dan membuat saya berterima kasih. Ada orang yang mau menolong orang lain tidak mengenal waktu. Saya juga mesti berbuat serupa, jika ada orang yang meminta bantuan saya. Entah kenapa, ketika saya dibantu orang sampai sejauh ini, saya malah mengecek diri sendiri, apakah saya sudah sering membantu orang lain. Kadang agak kecewa karena saya tidak sampai sejauh dan setotal ini dalam membantu orang.

Suatu subuh, tablet berdering. Saya mengecek ada e-mail baru soal perubahan password. Oh iya, sudah beberapa hari (minggu bahkan) berlalu sejak blog saya dibantuperbaiki oleh Mas Alid. Iseng-iseng saya coba akses laman WordPress yang memuat feed blog saya. Saya sempat heran karena ternyata nomor ID-nya sudah beda. Dan di sana yang muncul adalah postingan, bukan komentar! Langsung saya coba refresh (biasanya setelah di-refresh, yang muncul ya komentar lagi). Berhasil!

Saya sebetulnya tidak percaya lho kalau blog saya bisa beres. Banget. Tapi sebagaimana yang bisa saya lihat, blog saya bisa beres. Saya langsung tanya Mas Alid bagaimana sampai blog saya bisa beres, dan katanya yang jadi masalah itu di wordpress dot com nya, bukan di blog saya, karena menurut beliau feed blog ini sudah dicek di beberapa forum dan tidak ada error sama sekali (saya juga heran, feed blog ini baik-baik saja). Oleh karena itu, yang dilakukan kemarin adalah mengontak support-nya wordpress dot com dan ternyata memang error di sana, jadi ID blog saya diganti, sehingga feed-nya pun normal kembali.

Sepertinya kemarin dulu saya juga pernah mau kontak support secara langsung. Tapi malah diarahkannya ke forum. Di sana saya tulis pertanyaan dan masalah saya, namun sampai sekarang pun pertanyaan itu belum dibalas. Memangnya form untuk support ini di sebelah mana? Atau form kontak langsung ini hanya dibuka untuk pengguna tertentu saja?

Saya juga kembali harus berterima kasih pada Mas Alid karena seluruh tampilan yang ada sekarang juga hasil bantuannya. Dari pembuatan logo via Corel sampai pemilihan tema dan temanya pun sudah diutak-atik. Saya jadi malu mengingat saya sendiri selalu berwacana untuk membuat logo atau memilih tema baru tapi semua harus batal. Ujung-ujungnya jadi pilih tema yang sederhana, selama yang penting blognya tidak error. Karenanya saya berterima kasih banget ada orang-orang yang sangat perhatian pada blog saya ini. Saking besarnya rasa terima kasih ini saya sampai bingung mesti berterima kasih dengan cara apa, hehe.

Sekarang blog saya sudah kembali seperti sedia kala. Masih ada beberapa hal yang harus dibenahi, tapi saya akan berusaha menyelesaikan hal itu dulu. Saat ini sudah dalam proses pembenahan. Jika ada hal-hal yang saya belum tahu atau mentok, maka saya akan meminta bantuan kepada teman-teman. Mohon perkenannya.

Sebagai pemberitahuan juga, ada beberapa postingan yang hilang, seperti separuh perjalanan Pulau Menjangan dan awal serial Candi Pari. Saya masih menyimpan arsipnya, tentu, namun kelihatannya tulisan-tulisan itu belum saatnya untuk rilis lagi karena membutuhkan penyempurnaan. Sepertinya ada kewajiban saya untuk menyembunyikan beberapa informasi yang tidak diperbolehkan untuk disebarluaskan. Mohon pengertiannya.

Buat Mas Alid dan Mas Halim, terima kasih banyak banyak pakai banget. Mungkin blog saya tak akan beres jika tidak ada teman-teman seperti kalian yang sudah bersusah payah membantu perbaikan blog ini. Terima kasih juga untuk teman-teman blogger lain yang tetap mendukung saya, baik secara sadar ataupun tidak. Kalau tidak ada dukungan teman-teman sekalian maka saya mungkin tidak bisa menulis di alamat utama ini lagi. Sekali lagi terima kasih banyak. Mungkin saya tak bisa cukup berterima kasih kepada semua kalian, namun semoga semua perbuatan baik yang sudah dilakukan mendapat balasan yang juga baik. Sekarang saya hanya mesti meyakinkan diri untuk menjadi orang baik bagi siapa pun yang meminta pertolongan saya.

Untuk yang membaca ini, siapa pun Anda, maka Anda adalah salah satu teman saya. Terima kasih juga untukmu, teman, karena sudah bertahan membaca sampai akhir.

Selamat membaca dan mohon kerja samanya.

ambek saɳ maparab prapañca kapitut mihat i parakawiçwareɳ pura,
milwamarnna ri kastawanrpati dura panikt ika lumra riɳ sabha,
anhiɳ stutya i jöɳ bhatara girinatha patnanika mogha sanmatan,
tan len prartthana haywaniɳ bhuwana mukya ri pageha narendra riɳ praja. (Des. 94.1)

Mendengar pujian para pujangga bergetar mencakar udara,
Prapanca bangkit turut memuji Baginda, meski tak akan sampai pura
Maksud pujiannya, agar Baginda gembira jika mendengar gubahannya
Berdoa demi kesejahteraan negara, terutama Baginda dan rakyat. (Des. 94.1)

46 thoughts on “Terima Kasih, Teman-teman.

  1. Yaayy mas gara is back 😄😄 mas, nulis cerita yg konspi konspi lagi donk, kayak yg waktu itu nulis pengalaman ke komplek makam belanda. *ngelunjak 😆😆
    Selamat menulis lagi mas Gara 😊

    1. Iyah Mbak, kemarin memang blognya ada masalah, munculnya komentar terus. Syukurlah sekarang sudah tak kenapa. Terima kasih banyak ya buat dukungannya selama ini, hehe.

  2. Selamat kembali ngeblog mas. Sebelum sembuh blog mas, saya sempat bicara dengan mas Halim di Solo mengenai blog mas yang error. Ternyata mas Halim dibantu mas Alid akhirnya berhasil memulihkan blog mas.

  3. Welcome back Garaaaaa ,,, akhirnya blogmu muncul lagi di timelineku. Kangen juga nih baca-baca tulisanmu (terutama yang bertema sejarah) yang selalu detail dan menarik itu. Semangat yaaaaa 🙂

    1. Iya Mas, hehe. Dulu pernah ada masalah, tapi sekarang sudah beres. Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi di masa depan.
      Terima kasih banyak sudah membaca. Salam kenal, ya. Semoga silaturahmi ini tidak putus sampai di sini saja, amin.

  4. Jadi terharu baca ini. Akhirnya blog mencarijejak.com bisa normal kembali dan bisa diakses banyak orang tanpa keluhan dan kemacetan. Terus semangat menulis dan terus menginspirasi, Gar. Lalu ditunggu trip ke Boyolali ama Solo-nya lagi hehehe.

    1. Iya Mas, saya tak menyangka blog ini bisa beres. Terima kasih banyak atas semua bantuan dan perhatiannya ya Mas. Mudah-mudahan dengan beresnya blog ini, saya bisa membawakan sesuatu yang bermanfaat buat semua, amin. Sip, saya pasti mengabari… saya memang kepengen ke sana, hihi.

  5. Emang kemaren-kemaren gak bisa ya, Gar? Maap aku dah lama gak BW. Heheh.. 😛

    Beberapa blog di WP atau domain sendiri jugak kasusnya begitu loh. Sampe sebel aku. -_-

    1. Iya Beb, kemarin sempat error blognya agak lama, hehe.
      Wah berarti banyak yang mengalami error serupa ya? Semoga mereka teringat untuk kontak support, hehe. Kadang kita suka mengabaikan form contact support itu lho, hehe.

    1. Itu Mas, yang muncul di feed WP Reader teman-teman yang follow saya adalah komentar, alih-alih postingan. Syukurlah sekarang sudah kembali normal. Terima kasih atas dukungannya ya Mas, hehe.

Apa pendapat Anda terhadap tulisan tersebut? Berkomentarlah!