My Most Recent Tourism Object

Saya memang belum terlalu banyak mengunjungi lokasi di Indonesia ini yang dikhususkan sebagai tempat wisata. Namun dari sedikit tempat itu saja saya susah sekali menentukan tempat yang mana yang bisa dinobatkan sebagai tempat wisata terfavorit saya.

Misalnya saja, Ternate dengan sejarahnya yang seolah putus namun ia adalah mata rantai ekonomi dunia yang tidak pupus. Atau Bali, tempat yang julukan “Pulau Para Dewa”-nya sudah saya sesap dalam artian yang benar-benar harfiah (gelang yang melingkar di tangan kanan saya adalah saksi tralala). Pun Lombok, rumah dan halaman belakang yang masih menyimpan kotak-kotak harta karun yang menanti untuk ditemukan. Atau Jakarta, ibukota dengan sejarah panjang yang masih berdenyut sampai akhir zaman?

Maka dari itu, saya memilih untuk tidak memilih tempat wisata favorit. Alih-alih demikian, saya di sini akan memberi intipan sedikit tentang dataran yang paling akhir saya datangi dan sempat saya jelajahi. Dataran itu adalah… Dataran Kewu, atau dalam bahasa yang lebih keren,

Tatar Prambanan.

Banyak yang bilang kalau sebelum ibukota Hindu di Indonesia kuno berpindah ke Jawa Timur sampai akhirnya pada tahun Sirna Ilang Kertaning Bumi, pusat Hindu selanjutnya setelahย Tatar Sunda adalah daerah sekitar Dataran Kewu atau Kec. Prambanan sekarang, melintas batas dua provinsi, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Bukti arkeologis dan monumen masih banyak kita saksikan sekarang, dan cerita-cerita yang ada di sana akan terlalu banyak untuk saya sajikan di sini, padahal Mbak Christa memintanya untuk dibuat postingan singkat :hehe.

Jadi inilah tiga (saya pilih tiga saja) tempat menarik di Tatar Prambanan yang bisa banget saya rekomendasikan untuk mengisi hari:

Kompleks Prambanan

The beauty of Prambanan.
The beauty of Prambanan.

Yang terkenal, yang terkenal! Kompleks Prambanan terdiri dari empat candi dalam satu pagar, yakni Candi Prambanan, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu. Di sini kita bisa membaca dua cerita terbesar sepanjang masa, yakni Ramayana dan Kresnayana, dengan adegan-adegan yang digambarkan dengan sangat epik (Prambanan), atau main labirin candi (Candi Sewu) sambil menerka teka-teki “Ini Bodhisatva yang mana, hayo? Prajnaparamita atau Ksitigarbha?” Bagus sekali kalau dijadikan ajang pencarian petunjuk.

The silent Sewu.
The silent Sewu.

Candi Plaosan Lor
Menyeberang jalan sedikit (sedikit? Demi Tuhan!), di Candi Plaosan Lor kita bisa menemukan bangunan candi-berlantai-dua lengkap dengan dua arca Bodhisatva di dalamnya (masing-masing ruangan candi utama punya sepasang arca). Saya kemarin ke sananya sore jadi di sini dapat pemandangan sunset yang ciamik pisan. Tak terkatakan deh, matahari sore menerpa bangun-bangunan candi yang megah dan cantik itu.

Plaosan Lor, North Temple.
Plaosan Lor, North Temple.

Candi Barong
Candi yang satu ini kayaknya bakal sepadan dengan Candi Ijo sebagai tempat yang ciamik buat menatap sunset dari Dataran Kewu. Tinggi, menjulang, dengan keunikan teras-teras candi yang sama dengan Candi Ijo. Tapi meskipun tempat ini bakalan tenar dengan pemandangan sunsetnya, bukan berarti candi ini bisa dipandang sebelah mata, karena di sini ada keunikan serta “keanehan” yang membuat saya membulatkan mulut ketika menatapnya!

The twin Barong Temple.
The twin Barong Temple.

Bagaimana tidak, di sini kala makara-nya punya tangan dan rahang bawah! Pantas disebut Candi Barong :hihi.

Sebenarnya masih banyak banget potensi wisata di Dataran Prambanan yang bisa diselami. Jadi, inilah tempat wisata rekomendasi saya! Semoga perjalanan teman-teman ke sana menyenangkan dan berkesan, sebagaimana saya yang baru saja kembaliย dari sana :hehe.

Postingan ini diikutsertakan dalam giveaway yang diadakan oleh christabercerita.com.

90 thoughts on “My Most Recent Tourism Object

    1. Iya Mas, meski kata orang sunset candi-candi yang tinggi itu (Ijo, Barong, Ratu Boko) lebih bagus tapi di sini pun tak kalah keren, soalnya terpaan senjanya itu dramatis :)).

    1. Ada foto sunsetnya Mas, satu biji, cuma itu ada di gadget yang hilang jadi dia pun menghilang bersama angin :hehe.
      Sinyal banget buat ke Plaosan lagi, lagi pula saya sudah janji dengannya untuk kembali ke sana, sebab petualangan saya di Plaosan belum selesai (masih ada mandapa dan rumah arca yang saya kepengin banget untuk bisa dibukakan :hehe).

  1. semoga menang ya gar, fotonya bagus dan inspiratif seperti biasanya. suka liat sinar matahari tenggelam yang menyinari candi plaosan lor ๐Ÿ™‚

    salam
    /kayka

    1. Ah, terima kasih banyak Mbak! Iya saya pun suka sekali, jujur itu seperti hadiah setelah sesorean penuh keliling candi (ada 3 candi yang saya kunjungi sebelum itu :hehe).

  2. Ah senangnya baca postingan ini, seperti dejavu. Kebetulan juli kemarin aku eksplor beberapa candi di Dataran Kewu ini ~thanks buat tambahan pengetahuan tentang namanya ini~. Dan itu salah satu pengalaman luar biasa. Sebelum kmarin itu, candi paling wah yg pernah aku lihat adalah kompleks utaman Prambanan dan Borobudur saja.

    Favoritku adalah candi Plaosan. Menurutku ini adalah salah satu candi paling fotogenik, terutama kalau kita berada di situ pada saat menjelang senja di musim matahari bersinar cerah. Kereeen. Selain memang arsitektur perpaduan hindu dan buddha nya yg unik, dan arca-arca pengisi ruangannya.

    Cuma candi Barong aja nih yg terlewat, karena keterbatasan waktu. Mungkin ini isyarar bahwa suatu saat harus kembali ke Dataran Kewu.

    Nice post Gara. Foto-fotomu pun bagus, daaaan angle di Candi Plaosan nya mirip lho dengan angle beberapa fotoku juga hehehe

    1. Ups, Julinya kemarin tanggal berapa Mas? Soalnya saya ke sini juga bulan Juli lho :hihi.
      Iya, saya beruntung sekali hari itu bisa menyaksikan sore dan senja di dua kompleks Plaosan, Lor dan Kidul. Semua sama kerennya (dan sama misteriusnya :hehe).
      Saya pun mesti kembali lagi Mas, soalnya ada beberapa candi lagi di Dataran Kewu (dan Kedu, tempat Borobudur) yang belum selesai saya singgahi :)).
      Berarti kita pernah berdiri di tempat yang sama Mas :hihi.

  3. Keren, Gar. Sampe skrg ku blm ke Candi Barong. Kmaren ud mau belok, eh koq gak napsu liat jalannya yg rusak gitu, yasud lanjut ke atas candi ijo lagi aja

    1. Eh kemarin aku ke sana jalannya bagus lho Mbak :hehe. Memang tidak lewat yang jalan ke Candi Ijo, tapi lewat Abhayagiri itu :hehe. Kalau Candi Ijo memang agak rusak sih jalannya *masih inget perjuangan mboncengin temen ke sana :hehe*.

  4. Candi-candi di Indonesia tidak ada dua-nya memang..apalagi pas sunset atau malam, kalau lihat foto-fotonya keren banget. Review-nya top banget, persis aku bisa duga kesukaanmu yang berbau-bau batu-batuan ya ๐Ÿ˜€

    1. Candi memang sangat menarik Mbak :hihi. Iya Mbak, saya pun takjub sendiri melihat hasil jepretan ini, langitnya biru banget, suka deh ngeliatinnya :hehe.

  5. Kereeen deh gar..caramu bercerita sdh macam baca buku sejarah.. kmu benera dtg lihat dan mempelajari ceritanya.

    Aku? Cm pengen liat Roro Jonggrangnya trus ngebayang ini benran dulunya org? Hehehe

  6. ngiri deh… cuma pernah ke kompleks Prambanan, candi yang lainnya belum pernah semua..

    di Candi Sewu kayak labirin? aku datang saat masih renov abis gempa jadi cuma lihat bagian terluarnya aja
    ceritain dong Gar

    1. Iya Mbak habisnya candi perwaranya banyak banget terus sepi, jadi kadang bisa mbingungin, apalagi kompleksnya empat sisi serupa semua :haha.
      Baiklah Mbak, mohon ditunggu ya :)).

    1. Iya ini kunjungan akhir Juli itu :)). Kalau Candi Ijo sudah pernah di kunjungan pertama saya ke sini Mas :hehe. Kalau Candi Abang belum pernah, mungkin nanti kalau ada waktu ke sana lagi :hehe.

  7. Kata-kata awalnya saya gak sukakkk… beneran gak suka. Dirimu kan lebih banyak berpetualang daripada sayahhh. edit dong. edit. hahahaha.
    Fotonya keren2 Gar. History is your passion. Really. Not everyone can tell the history behind like you.
    NB: gak bisa login wp jadi pakai ini aja. ๐Ÿ˜›

    1. Duh, ini untuk mengakomodir keminderan saya juga karena masih banyak orang yang traveling ke tempat yang lebih jauh daripada saya :hehe.
      Terima kasih untuk apresiasinya ya Mas, semoga saya masih diberi kesempatan untuk bisa terus bercerita di sini :amin.

  8. aah selalu keren deh mas Gara, mendeskripsikan tempat wisata selalu dilatarbelakangi dengan sejarahnya. kereeen!! Mas side jobnya jadi guru sejarah aja hehe…

    good luck ya buat giveaway nya..

  9. Wah thanks for Sharing yaa Gara! jadi pengen kesana. Udah lama banget aku ngga wisata sejarah gini. Terakhir ke Jogja 2008 hehehe. Kapan2 kalau lagi iseng cerita lagi dong Gara soal Prambanan ini ๐Ÿ™‚

    1. Makan keripik kentang pastinya membuat suasana lebih nyaman Bro :hihi. Eh tapi kemarin tidak terlalu panas kok, mungkin karena anginnya lumayan sepoi-sepoi ya :hehe. Terima kasih!

  10. Waah, boro-boro ke candi-candi itu, perjalanan terjauhku di Indonesia pun baru sampai Bandung, Bli. As usual, Bli Gara kalau posting soal wisata bangunan bersejarah seperti ini jadi beberapa kali lipat lebih menarik daripada tulisan di buku pelajaran :D.

    Semoga menang giveaway-nya ๐Ÿ™‚

    1. Jujur saya awalnya tidak percaya Mbak bisa dapat langit secerah itu di sana :hehe. Saya beruntung sekali :)). Iya, semua tempat wisata unik-unik banget :hihi.

  11. Candi-candi yang sangat cantik!

    Josefine Yaputri
    Content Writer & Editor
    PT. Grivy Dotcom
    P: +62(0)21 2960 8168
    Office 8 Tower, Floor 18A
    Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53
    Jakarta Selatan, 12190, Indonesia

Apa pendapat Anda terhadap tulisan tersebut? Berkomentarlah!