Logo Museum Geologi: Konspirasi Simbologi?

Disclaimer: Setengah dari isi postingan ini mungkin fiksi, mungkin hanya dugaan yang belum dapat diklarifikasi. Tapi dalam tataran sebagai sebuah celoteh dan letikan ide, maka tulisan ini harus saya buat.

Mejeng dulu ya!
Mejeng dulu ya!

Logo Museum Geologi ini sudah sekian lama saya jadikan sebagai foto profil aplikasi WhatsApp saya. Namun tak pernah ada seorang pun yang bertanya apa maknanya. Mungkin mereka semua sudah tahu apa arti logo itu sehingga sebenarnya postingan ini sia-sia belaka. Mungkin Tuhan tahu kalau niat saya memajang logo itu sebagai foto profil cuma untuk menyombong (:haha) sehingga Ia membuat orang yang melihatnya tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang penting.

Tapi sayang niat saya menyombong masih cukup besar, jadi saya menulis ini. Maaf ya, Tuhan.

Kalau saya pikir, sepanjang saya hidup di dunia, baru ada dua museum keilmuan yang saya kunjungi. Keduanya bukan di Jakarta, sayangnya. Yang satu adalah museum biru di Bogor, Museum Zoologi Bogor, dan yang satu lagi adalah museum tentang bumi, apa yang kita jejak sepanjang kita menghirup napas di atas dunia:

Museum Geologi Bandung. Museum paling ramai dalam sejarah saya mengunjungi Bandung.

Logo museum itulah yang saya jadikan foto profil. Sebuah logo yang di pikiran saya awalnya biasa saja, kemudian menjadi berbeda, lalu menjadi unik, kemudian mengejutkan serta sedikit menakutkan, kalau-kalau saya tak mengingatkan diri sendiri kalau semua itu baru sebatas teori yang melompat-lompat seperti kelinci di dalam kepala.

Jujur saya tak bisa mengatakan saya sering bertandang ke Kota Kembang sampai bisa menyimpulkan dengan tingkat kepastian tinggi, tapi dalam (beberapa kali) kunjungan singkat saya ke sana beberapa waktu yang lalu, saya selalu melihat museum ini hampir selalu dipenuhi pengunjung. Umumnya, mereka adalah rombongan anak-anak sekolah yang datang dengan bus, banyak bus, memenuhi ruangan museum dengan riuh rendah mereka yang bagi saya menjadikan museum sangat hidup. Bahkan terlalu hidup di beberapa tempat senyum.

Ulasan soal museum ini pasti sudah banyak di dunia maya. Mengingat museum ini sangat ramai, saya berani jamin sudah banyak penulis perjalanan yang membahas soal Museum Geologi jadi saya tak perlu menjelaskannya dalam tulisan ini juga. Tapi jika ada yang bertanya, saya juga sebenarnya akan mengulasnya, tapi tidak di postingan ini. Mungkin nanti… :hehe, saya berjanji lagi. Mohon dimaafkan.

Yah, kalau saya boleh beralasan, ada banyak banget koleksi yang bisa diulas di museum ini, dan sejujurnya saya belum menjelajahi semua bagian museum secara sangat mendetail (sesuai standar penjelajahan saya duh, songongnya).  Jadi, sekarang kita bahas dulu apa yang ada, ya :haha.

Sejauh ini, saya menganggap logo yang paling dekat dengan keempat elemen dasar yang ada di bumi adalah logo Avatar di serial kartun bocah gundul dengan tanda panah besar di ubun-ubunnya (sudah tahu, kan). Tapi saya tak pernah menduga bahwa di Indonesia, ada sebuah logo museum yang menempatkan empat elemen dasar sebagai lambang yang tak terpisahkan.

Inilah logo itu, logo Museum Geologi, empat elemen tersusun melingkari tempat di mana mereka berada:

Logo Museum Geologi. Sumber: Twitter MGB
Logo Museum Geologi. Sumber: Twitter MGB

Geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi, dan itu tampak benar pada logo di atas. Lingkaran yang terbagi menjadi empat bagian sama besar itu melambangkan bumi, dan empat segitiga berbeda arah dan motif yang mengelilinginya, dari arah jam 12 searah jarum jam, masing-masing adalah udaraapitanah, dan air.

Avatar banget ya :hihi. Saya sempat tidak menyangka kalau logo seperti ini ada di negeri saya sendiri :haha.

Logo ini menempati posisi yang paling prominen di museum itu. Satu logo besar berada di tengah-tengah tulisan Museum Geologi; dulunya tulisan ini berbunyi Geologisch Laboratorium sebagai nama asal gedung. Kedua, logo ini menjadi dasar di tiang bendera, tampak apabila seseorang memandang ke halaman dari jendela-jendela di lantai dua. Dan terakhir, semua pegawai mengenakan logo ini sebagai pengenal pada seragam mereka.

Tapi logo yang sama menyimpan sejarah yang lama, sangat lama… dan di sanalah keanehan pertama.

Logo elemen dan logo bumi seperti ini digunakan dulu oleh kaum alkemis. Agak kurang pas, sebetulnya, bagaimana mungkin logo-logo alkimia yang notabene merupakan cabang ilmu yang disinyalir beberapa golongan sebagai pseudosains, dan, tuduhannya, sihir. Bagaimana mungkin, sebuah jawatan geologi Hindia Belanda yang didirikan per 1928, jawatan yang notabene sangat beraliran ilmu pengetahuan, bukan pseudosains apalagi sihir, menggunakan lambang yang sudah sama sekali ditinggalkan karena ilmu ini dianggap sebagai aliran sesat?

Kecurigaan kedua membawa saya untuk sedikit memodifikasi logo itu, berbekal pengetahuan soal simbologi yang saya dapatkan dalam seminar mengarungi pemakaman Belanda beberapa waktu silam. Saya tak akan menjelaskannya selain dengan kata-kata, untuk menjaga keamanan bagi kita semua, jadi saya harap pembaca budiman bisa berfantasi sedikit.

Sebenarnya ini berawal dari mengapa segitiga-segitiga itu dibedakan warnanya (ada yang gelap dan ada yang terang), sementara artikel Wikipedia yang menjelaskan tentang simbol alkimia (silakan cari sendiri) tidak membedakannya. Terlalu teratur untuk hanya sekadar variasi. Maka selanjutnya, saya memerhatikan kedua garis yang membagi lingkaran itu. Dari sisi yang berbeda, mungkin garis itu tidak membagi lingkarannya…

Mungkin garis itu menghubungkan lambang segitiganya…

Hal selanjutnya yang saya lakukan adalah, sederhana, menumpuk lambang segitiga itu, dan yang saya dapatkan adalah sebuah bintang yang sudah jadi lambang sejak beribu-ribu tahun silam. Mungkin teman-teman pembaca sudah mengetahui, bintang apa itu? Lambang yang juga muncul dalam bendera sebuah negara di Asia Tengah sana, lambang yang berarti harmonisasi kekuatan maskulin dan feminin, lambang yang sering kali diidentikkan dengan… ah, lebih baik saya tak menuliskannya.

Sampai sini, memang tidak ada yang (terlalu) aneh tentangnya (meski bagi saya ini sudah sangat tidak beres). Tapi jika kita memasukkan fakta bahwa ini terkait geologi, dengan kata lain, tukang batu, dan fakta kedua bahwa ini adalah jawatan ilmu pengetahuan, saya mulai merasa sesuatu yang menakutkan sedang berdiri di belakang saya.

Jelasnya begini. Fakta bahwa ini terkait geologi–yang sebagian besar adalah menyangkut bebatuan, mau tak mau membawa saya pada cikal bakal sebuah organisasi tua. Organisasi ini berasal dari para pengrajin bebatuan, atau dalam bahasa Inggrisnya, stonemason… dan bukankah lambang dari organisasi itu juga mirip sekali dengan bintang yang saya jelaskan di paragraf kedua sebelum alinea ini?

Apa ini berarti, jawatan ini dulunya adalah…

Saya akhiri postingan ini sampai di sini. Saya serahkan kebijaksanaan untuk menilai pada para pembaca. Saya bersyukur jika dalam benak para pembaca sekalian timbul pertanyaan-pertanyaan yang mengharuskan kita untuk datang lagi ke museum ini guna sebuah klarifikasi, namun apabila ada yang menganggap tulisan ini cuma bualan konyol dari seorang penulis yang tak tahu apa-apa, maka saya menerimanya dengan lapang dada.

Namun kalau saya boleh bersaran, hati-hatilah dengan lambang yang kita kenakan, jika kita kurang begitu paham dengan artinya. Karena boleh jadi, lambang itu memegang maksud lebih dalam dari “cuma sekadar lambang”.

Tapi saya sangsi, apakah tidak ada di jawatan itu (pada masa ini) yang sadar kalau mereka mengenakan lambang yang lebih dari “sekadar lambang”?

Ataukah…

Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung

57 thoughts on “Logo Museum Geologi: Konspirasi Simbologi?

  1. Lu bisa bikin novel semacam The Da Vinci Code versi Indonesianya deh Gar. Jadi pure fiksi tanpa takut disalahin dan imajinasi lu tertuang sempurna. Bihihik. Dari awal gw dah mikir kalo lu bakalan nyambungin ke freemasonry. Ato janganjangan lu pake logo itu karena oh karena? *jengjeng!!!

    1. Wahaha bukan kok Mas, jelas bukan. Tujuan saya pasang logo itu kan sudah kelihatan di awal postingan: buat nyombong doang! :haha. Soal novel, repot risetnya Mas… jadi saya di blog dulu saja :haha. Siapa tahu ada satu artikel konspirasi yang tiba-tiba menjadi viral (:amiin, tapi intinya sih nulis saja dululah :haha). Terima kasih sudah mampir ya, Mas Dani!

      1. Gw gak komen karena gak tahu Gar. hahahaha.
        Jadi inget teori konspirasi di grup WA Criminal Case. Hahahaha.

        Menarik banget Gar, ayo lanjutkan teori konspirasinya… gw sendiri gak pernah perhatiin soal ginian sih.

        1. Teori konspirasi yaa… :hehe. Saya tak mau berkonspirasi Mas, saya cuma melihat benda terus berpikir tentang sesuatu di samping apa yang ada di sekitar benda itu :hehe. Kebetulan saja beberapa bukti yang saya lihat menunjang ini, jadi lahirlah pemikiran sedemikian :hehe.

      2. Kan nggak masalah juga mas kumpulan artikel yang ada di blog bisa disatukan menjadi novel, dengan sedikit bumbu penghubung antar artikel. Btw saya salah satu penikmat novel dan film dan brown. Bener bener kagum saya sama beliau, bisa menggabungkan sejarah yang ada ke dalam fiksi yang di campur dengan sesuatu yang berbau ilmiah. Keren dah, semoga sukses mas. 🙂

  2. halo, mas gara. salam kenal yak. baru kali ini drop in komen disini karena tema postnya 🙂
    btw, ini mengarah ke ‘kelompok itu’ ya? no need to mention, setuju sih. mungkin secara ga sadar kita dikelilingi simbol-simbol semacam ini, atau mungkin kita juga telah mengenakan simbol tsb dalam keseharian tanpa sadar apa artinya. dan kabarnya… ada salah satu uang kertas kita yang ..*tiiittt ilang sinyal*..wkwkwk. mungkin imajinasi kita jadi sama nih 😛
    ehem, ngomongin tentang hal “ini” selalu seru sih. setidaknya bagi saya seperti itu. mas Gara udah baca Jacatra Secret ? baca link post mas Gara yg tentang makam kolonial, saya jadi inget buku itu

    1. Betul sekali Mbak, memang “kelompok itu” :hehe. Kalau kita pikir-pikir, memang banyak banget ya simbol “kelompok itu” yang ada di sekitar kita. Pertanyaannya sekarang apa memang kita tidak sadar, atau sebetulnya ada sesuatu yang lebih besar sedang bergerak di bawah tanah, mengatur semuanya?
      Oh, JS, belum baca Mbak :haha, cuma saya punya buku rujukan risetnya (yang ini juga belum saya baca sih :haha). Tapi kayaknya sekarang novel itu sudah sulit ditemukan, ya?

      1. hem, berarti PR banget ini buat kita ((KITA)) buat lebih peduli dengan simbol simbol di sekitar, yayaya bisa jadi seperti itu, ada yang mengatur, tidak terlalu kentara, bikin orang merasa biasa aja dengan simbol simbol tersebut, lalu suatu saat nanti ketika pemilik simbolnya muncul, kita juga merasa biasa aja, like nothing happend, lalu mereka mengambil alih kekuasaan Gotham City *jreeng jreengg*. apaan siiih, aku jadi takut abis komen gini langsung diculik Betmen. wkwkwk 😛
        baca-baca buku dan kepo tentang semacam ini seru ya mas. rasanya tiap nemu ‘rahasia baru’ *halah* jadi mikirnya oohh ternyata gituu selama inii.
        JS denger denger dulu mau difilmkan, tapi entahlah. saya beli buku yang cetakan cover baru sih. wuih mas Gara lebih kece lagi baca rujukan risetnya 😀
        *komenku panjaaaang*

        1. Iya memang mesti hati-hati sih ya, kita tidak tahu apa yang terjadi di bawah tanah sana. Jangan-jangan… saya Batman! *jeng jeng jeng…* :haha. Mana ada Batman gempal ya, Mbak?
          Iya banget! Rasanya seperti di film-film, tahu tentang sebuah rahasia besar, yang orang lain cuma menganggapnya sambil lalu, padahal rahasia itu berpengaruh banget di hidup mereka. Ngomong-ngomong bukunya beli di mana, Mbak? Mau juga dong, kalau masih ada yang jual :hehe. Iya ini rujukannya ada, cuma saya belum baca :haha.

          Komen saya juga panjang! *ini apadeh tanding panjang komen :haha*.

          1. maaf baru bales mas.baru mampir lagi. entah kenapa balesan komennya mas Gara kok ga muncul di notifku ya?
            beli di togamas, 3 tahun yg lalu. haha. lebih suka pas dia bahas teori konspi daripada fiksinya sendiri.
            ayo mas, nulis ginian lagi. aku sukak bacanya. haha

          2. Iya Mbak memang begitu kalau balas dari akun self-hosting :hehe. Waah sudah lama, tapi memang sih, teori konspirasinya yang menarik karena bagaimanapun, kan Jakarta :hehe.
            Kalau ada yang menggelitik lagi, akan saya tulis. Terima kasih, ya!

    1. Bisa ya, bisa tidak. Boleh jadi memang ada beberapa golongan yang memaksudkan penggunaan logo-logo serupa secara luas. Atau kemungkinan lain, bisa jadi kita memang tidak tahu kalau lambang yang kita kenakan punya makna yang lebih dalam dari apa yang kita kira :hehe.

  3. Wow! Baru baca tulisan pertama udah bikin mata membelalak 2x lebih lebar! Wow, sekali lagi!

    Earth, fire, water, air… Elemen2 dasar kaum ilmuwan, pencerah, illuminati? Atau salah?

    Saya jarang baca anaknya, kebetulan sekalinya baca buku, ya soal beginian. Soal para alchemist yang dituduh penyihir, mungkin konspirasi dari (beberapa) kelompok lain yang merasa mengalami krisis legitimasi dengan adanya ilmu pengetahuan.

    ….dan masih banyak tulisan yang lain. It’s gonna be a long long long night! Nanti saya mampir lagi ^^

    1. Dugaan kita sama, Mas :haha. Saya berpikirnya demikian, soalnya apa yang saya lihat di sana seperti mengingatkan saya pada organisasi persaudaraan itu. Penasaran dengan logonya, terus baca sedikit, dan terbentuklah :haha. Tapi ini risetnya masih kurang sih :hehe.

  4. hmm…. bikin mikir …

    ini museum pertama yg kukenal, masuk ke sini kelas 4-5 sd, diajak ayahku dan belum pernah datang lagi , suatu kali harus ke sini lagi

    1. Lambang bumi memang melambangkan empat arah mata angin, Umami :hehe. Tapi empat simbol di sekelilingnya sih yang justru membuat saya penasaran. Dan ada beberapa informasi yang lupa saya masukkan *oh Tuhan*. Mungkin bisa di postingan mendatang soal Museum Geologi :hehe.

    1. Ini masih sebatas spekulasi Kak :haha. Bukti-bukti yang ada di sini belum cukup kuat. Masih ada beberapa kecurigaan yang mesti saya pastikan, dan saya mesti ke Bandung untuk itu :hehe.

  5. Wah, postingan ini aku baru tau gegara aku berkunjung ke rumah Bli Gara ini. Kok gak muncul di reader aku ya Bli?

    Mungkin memang ada kaitannya antara Geologi dan Sihir, jika manusia menggali yg mana dikerjakan oleh ahlinya yaitu “Geologist” maka mereka akan menemukan asal muasal penciptaan. Ya memang sih di kitab suci telah dijelaskan tentang penciptaan bumi beserta isinya. Tapi mengingat Bli menelaah logo dan mencoba mengaitkan antara sumber satu dan yg lainnya.
    Seperti halnya situs megalithikum Gunung Padang para Geologi ini masi berselisih pendapat akan tahun kejadiannya, namum hingga saat ini belum disepakati tahun pastinya dan masih menjadi misteri.
    Perkiraan para geologist dalam meneliti bebatuan, bumi dan situs2 ini menggunakan ilmu Geologi namun orang awam memandangnya sebagai sihir.

    1. Mungkin muncul tapi ada delay-nya, jadi biasanya sudah ketumpuk duluan sama postingan baru, biasa blog self hosting mesti begitu problemanya :hehe.
      Ya, mungkin demikian. Karena dari bumilah semua ini berasal, kekuatan yang ada di bumi yang kadang ajaib juga ada pada diri manusia. Meneliti bumi dan unsurnya berarti meneliti kekuatan yang ajaib, mungkin ini yang dianggap sebagai sihir :)).
      Gunung Padang itu amazing banget! Wish list saya, mudah-mudahan suatu hari bisa mampir ke sana dan meneliti, syukur-syukur kalau bisa masuk timnya juga :haha *itu impian banget*.

      1. Ayo ke Bandung bli dan mudah2an bisa sekalian ke Gunung Padang, aku juga belom sempet kesana pdahal selalu ngelewatin kalo berkunjung ke makam.

        Amiin amiin amiin… mudah2an bli bisa keajakin buat ikut meneliti Gunung Padang, when there is a will there is a way 🙂

        1. Ayo… eh aku punya ide sih, nanti aku coba kontak ya :hehe.
          Sip sip, mudah-mudahan kita bisa ke sana dalam waktu dekat ya :hihi. Terima kasih!

          1. Wah apa apa? ide apakah?
            Eh aku juga punya ide bli tentang ini, aku curiga kita punya maksud yg sama deh. hihi

            Iya bli silahkan kontak aku, WA aku standby terus kok, secara baru beli smartphone *sombong*

  6. Gue jadi berhayal dan menerka-nerka apa maksud lu Gara. Saking penasaran sampai nyari di google dan nemu. Beneran dech kayak yang teman2 bilang diatas lu emang cocok buat novel konspirasi dech.

    1. Nulis blog aja dulu Mbak, ditekuni… :hihi. Imajinasi saya kayaknya terlalu aktif, sih :haha. Terima kasih sudah mampir ya Mbak :hehe.

  7. Nah loh..tukang batu?? mirip2 ama teori konspirasi Freemason 😀
    klo diterusin itu khalayan akan lari kemana2 tapi semuanya memang berhubungan satu dan lainnya kok Bang Gar..
    btw anyway busway, udah bisa nambah lagi koleksi museumnya dengan mengunjungi museum tsunami di banda aceh hahahaha

  8. Kepala aku pusing karena baca ini bang gara 🙁
    Lalu aku searching lambang yang dimaksud (karena kalo siang suka oneng gitu). Dan ternyata kelompok itu tu ya yang dimaksud. Hemn… emang harus banyak belajar lagi aku mah.

    1. Mungkin tulisan saya yang terlalu susah dimengerti, ya? :haha. Iya, memang kelompok yang itu. Saya pun masih harus banyak belajar :hihi, sumber buku banyak yang belum saya baca!

Terima kasih sudah membaca! Sudilah kiranya meninggalkan jejak?