Kebetulan Sial…

Saya tidak tahu kenapa tapi Jumat kemarin sesungguhnya hari paling menyebalkan buat kami. Tapi pada akhirnya kami semua justru menutup hari tidak dengan banyak pikiran dan kesedihan, apalagi marah-marah yang membuat pecah, tapi dengan senyum lebar menyambut akhir pekan, rencana dan pemahaman baru tentang kebetulan.

Semua dimulai pagi-pagi ketika saya mencari tablet yang akhirnya tidak ketemu dan resmi saya nyatakan “hilang”.

Saya langsung menotif semua orang untuk mengabaikan apa pun pesan via aplikasi perpesanan (WhatsApp, BBM, Line, semacamnya) yang berasal dari akun yang mengatasnamakan saya. Sementara itu, saya minta bantuan R, rekan samping meja untuk menggunakan Android Device Manager guna menghapus semua data remotely. Sangat menyesal dan sedih sih, data penting ada di sana semua, tapi ya mau bagaimana lagi.

Melihat semua teman kantor (bahkan bos) sangat mendukung semua kerja detektif yang saya lakukan pagi itu (ngurek-ngurek tong sampah, wawancara saksi, sampai akhirnya pada konklusi) tanpa membebani dengan pekerjaan tambahan (karena memang kami semua lagi tidak ada kasus sih, kecuali kasus hilangnya tablet Gara :haha), saya entah kenapa bersyukur banget, terus beban di pundak ini terasa dibagi rata ke kita semua.

Jadi ketika saya menyatakan secara resmi kalau tablet saya hilang pun, rasanya sudah ikhlas banget gitu. Bukan berarti saya tidak merasa kehilangan atau meremehkan ya, kehilangan mah banget-banget, karena banyak data penting di sana. Tapi pada akhirnya ya sudah sih, semua kejadian kan pasti ada hikmahnya, dan hikmahnya memang banyak, mulai dari lebih produktif (kerasa banget lho) sampai ke lebih berusaha menyelesaikan masalah sendiri tanpa harus membikin ribut satu grup (iya, dulu saya memang begitu).

Paling-paling yang agak kehilangan ya kemampuan komunikasi via WhatsApp yang notabene penting juga soalnya ada beberapa masalah pekerjaan terkait di sana, tapi semua masih ada cadangannya atau masih bisa dicari jalan keluar lain. That’s it.

Kehilangan gawai juga membuat saya belajar untuk bagaimana memilih gadget sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Ya keles, butuhnya seiprit tapi belinya yang supercanggih, ujung-ujungnya ya tidak terpakai dan buang-buang duit untuk fitur yang tidak perlu ehem. Sejauh ini saya baru butuh Whatsapp dan beberapa aplikasi lain, jadi untuk sekarang, kalau mau beli gadget sebenarnya langsung bisa sombong banget :haha, cetak uang dulu yes, tapi…

Sisanya ya gengsi jadi saya masih menunggu beberapa lama untuk memilih gadget terbaik kemudian tampar diri sendiri.

Masalah gadget selesai, saya pun jadi senang lagi karena Mbak T membawa bandeng presto untuk seisi kantor jadi langsung saja kita serbu. Eh beberapa saat setelah habis makan bandeng presto, sewaktu saya lagi ngobrol-ngobrol, Mbak T mau membuka SK-II miliknya, cairan sebotol besar yang saya tahu berharga sangat mahal itu, yang baru saja dia beli beberapa hari yang lalu. Dan entah, mungkin kotaknya selip atau bagaimana, yang jelas botol besar itu (iya, botolnya yang besar), meluncur ke lantai dan…

Semua orang yang ada di sana, termasuk saya, langsung menahan napas, memekik panik, tak percaya akan apa yang ada di depan mata.

Pecah… sebotol penuh cairan beresens Piter(a) seharga hampir satu juta per botol, kalau menurut cerita si Mbak, pecah dan membasahi lantai.

All Mbak T could say was just, “Itu marmernya bakalan lebih awet muda dari gueeee!”

Tapi bukan ibu-ibu namanya kalau mereka tidak bisa menarik hikmah dari kesialan yang menimpa orang :haha. Bisa banget, dan caranya adalah:

Ketawa dulu, terus langsung mengambil kapas, tisu, atau apa pun yang bisa menyerap dalam waktu singkat buat menyerap itu cairan, kemudian langsung digunakan pada bagian-bagian tubuh, entah tangan, kaki, maupun leher. Tentu, dengan terlebih dahulu menyingkirkan pecahan beling yang mungkin ada di sana.

Terus terang, saya tumben melihat dan membaui cairan itu, dan aromanya tercium dari sini seperti beras. Jadilah saya bertanya, “Ini SK-II ini dibuatnya dari beras, ya? Baunya seperti ketan.”

“Iya Dek, dia memang dari fermentasi beras gitu, beras Jepang,” jawab Mbak Din.

Owalah. Baru tahu saya :haha. Jadi kita bisa dong bikin esens ini dengan menjadikan beras Jepang itu tape? Kan katanya fermentasi?

Padahal kasihan juga sih dengan yang punya, soalnya biasanya cairan ini dipakai seirit dan seminimal mungkin, tapi kemarin itu ya orang-orang memakainya seperti gosok minyak tawon ke tangan dan kaki, as much as you can :haha. Bahkan ada yang sampai memeras-meras kapas untuk mendapatkan esens Piter(a) yang sebenarnya banyak itu :haha.

Saya cuma tertawa saja melihat mereka :)).

Tapi kalau saya pikir-pikir, menurut saya sih sebenarnya apa yang terjadi ini bukan seluruhnya kebetulan. Mungkin Tuhan sudah mengatur semua ini bagi kami sebagai pelajaran simpel untuk lebih menghargai apa yang pernah menjadi milik kami. Misalnya saja untuk saya yang sering sekali ketinggalan tablet di kantor dan selalu menunda untuk mengambilnya besok cuma dengan alasan, “Ketinggalannya di meja sendiri ini, kok, kantor aman, santailah.”

Dan menurut Mbak T pun begitu. Mungkin dia, katanya, mesti lebih menghargai lagi barang-barang yang sudah dia beli. Ternyata, botol berisi esens itu bisa jatuh karena dirinya yang malas banget buat bangkit dan mengambil si botol, melainkan mendorong-dorongnya dengan tangan agar posisinya lebih dekat. Terlalu kuat mendorong, kotak itu malah terguling dan isinya pun lepas, jatuh ke lantai.

Iya, kita kayaknya sudah dapat pelajaran berharga untuk hari itu :haha.

Jadi, apa kalian percaya kebetulan?

75 thoughts on “Kebetulan Sial…

  1. Saya engga percaya dengan yang namanya kebetulan, Bli. Buat saya, semuanya sudah diatur olehNya, sekecil apapun itu, hehe..
    All Mbak T could say was just, “Itu marmernya bakalan lebih awet muda dari gueeee!” –> ini asli lucu banget, haha..
    Anyway, tabletmu benar-benar hilang donk sekarang, Bli? Sabar yah, percaya bahwa kehilanganmu akan digantikan dengan yang lebih baik nantinya.. (sambil nyanyi lagu lapang dada, apa si?)

    1. Setuju, Mbak :hehe. Semua hal yang ada di dunia ini pasti terjadi karena suatu maksud. Iya. Tapi sekarang sudah dapat gantinya, syukurlah :hehe. Terima kasih, ya.

    1. Iya, terlalu samar untuk dipercaya secara penuh tapi kalau terlalu skeptis terhadap urusan kebetulan, kadang kita bisa juga salah :hehe. Jadi melihatnya secara kasuistis saja ya :)).

    1. Kita juga tertawa jahat banget kok Mbak :haha. Memang nyesek banget ya, habisnya harganya mahal lagi, sudah begitu kalau biasanya irit-irit banget dipakainya, kemarin sekalinya pecah tumpah semua itu di lantai :haha. Pengalaman yang nyesek bagi orang lain tapi seru bagi kami yang menontonnya :haha.

  2. semua kejadian memang ada hikmahnya ya Gara, yang penting bisa langsung move on, kesalahan masa lalu memang gak bisa dirubah kembali yang penting memperbaiki diri agar masa depan jadi lebih hati2 *tsaaah bahasa gue*. aduh itu SK II nya *sakitnya tuh disini* :-D. kalau kebetulan sih saya gak percaya, yang ada ya memang krn sudah takdirnya seperti itu bukan krn kebetulan 😛

    1. Iya Mbak, yang penting kita bisa menarik hikmah dari setiap kejadian di hidup ini ya :)).
      Takdir ya Mbak :hehe. Tapi memang sih, semua yang terjadi di dunia ini pasti punya maksud dan sudah ada yang mengatur :)).

    1. Iya Win, hilang, tapi syukurlah sekarang sudah ada gantinya :)). Setuju Win, hitung-hitung buang sial dan menghindarkan diri dari kesialan yang lebih besar :hehe.

  3. Saya termasuk yg nggak percaya kebetulan. Semua pasti udah ada di skenarioNYA.

    Katanya siiiih.. asalkan ikhlas, apapun yang hilang bakal diganti dengan yg jauh lebih baik. Hehee
    So.. selamat menerima ganti yg lebih baik! 🙂

    1. Iya, semua sudah terjadi sebagaimana seharusnya, ya. Syukurlah juga, sekarang saya sudah dapat gantinya, yang bagi saya jauh lebih baik. Terima kasih banyak ya atas dukungannya :hehe.

  4. Ya… Hpnya ternyata jadi hilang beneran. Padahal saya pikir drran yakin hp nya bakal ketemu. Soalnya kan di kantor ga’ ada orang asing. Pasti salah naruh. Ternyata emang sudah nasib harus merasa kehilangan
    …. Ya udah kan udah di ikhlasin

    1. Yep, mungkin memang sudah nasib saya :hehe. Saya ikhlaskan saja, lagipula tidak berminat mencari tahu lebih jauh tentang siapa yang mengambil, mungkin saja ada yang lebih membutuhkan (dan semoga di tangan siapa pun benda itu, bisa jadi lebih bermanfaat). Terima kasih ya :hehe.

    1. Iya Mas :haha. Tapi akhirnya jadi berkah bagi orang lain, termasuk saya karena dapat bahan cerita :hehe. Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian ya :hehe.

  5. Gara, katanya sih, tidak ada yg kebetullan di dunia ini. Semua kejadian betdasarkan sebab-akibat. Kalau menghubungkan dengan 2 kejadian di atas, teori ini kayaknya bisa dipakai deh 🙂

    1. Iya ya Mbak. Semua pasti terjadi karena suatu sebab. Tinggal kitanya saja yang perlu belajar untuk menarik hikmah dari semua yang terjadi di dalam hidup :)).

  6. Coincidence..
    That’s all anything ever is..
    Nothing more than coincidence..
    There are no miracles..
    There’s no such thing as fate..
    Nothing is meant to be..
    (500 days of summer)

    Bisa jadi pada akhirnya kumpulan-kumpulan kebetulan itu membentuk pola bernama takdir.

    I’m sorry for your tablet.. semoga cepet dapet gantinya yaa, yg paling canggih.. :p

    1. Iya Mbak, mungkin memang demikian. Yang jelas sekarang saya bersyukur karena sudah dapat gantinya yang jauh lebih baik bagi saya, dan lebih sesuai dengan kebutuhan :)).

    1. Ya Mbak, mungkin memang demikian :hehe. Terima kasih Mbak, saya bersyukur sekali sekarang sudah dapat gantinya, yang menurut saya jauh lebih baik dari yang hilang kemarin. Yang tinggal sekarang adalah semoga saya bisa menjaga benda ini dengan lebih baik lagi :hehe.

    1. Amin Mbak, terima kasih ya, semoga yang sekarang ini bisa lebih baik dan bermanfaat. Iya Mbak, salam balik dari marmer kantor yang sekarang sudah awet muda banget :haha.

    1. Sekarang sudah bisa lewat WhatsApp Mbak *kemudian digampar karena kemarin bilangnya bakal selama beberapa bulan tapi karena ada rezeki nomplok jadi bisa cepat terbeli :hehe :peace*. Terima kasih ya Mbak :)).

  7. saya mempercayai kebenaran, gar 😀

    ikutan ketawa baca cerita orang-orang pada nyoba pake itu SK-II

    jadi udah ada bayangan buat beli gadget merek apa dan tipe apa, gar?

    1. Saya juga Mas, kebenaran :hihi.
      Sudah Mas, syukurlah selama beberapa hari kemarin sudah sempat mengira-ngira mau membeli apa, karena ada rezeki jadi bisa terbeli dan tidak begitu jauh dari ekspektasi. Terima kasih banyak ya Mas :)).

      1. boleh dishare nggak merek dan type apa. mungkin jadi bahan masukan. soalnya handphone di tangan udah nggak bisa nambah2 apa-apa lagi. adanya yang udah diinstal harus diuninstall supaya aplikasi utama bisa tetap jalan 😀

    1. Iya, memang semuanya sudah digariskan oleh yang di atas, tergantung kitanya saja, apakah bersedia dan cukup peka menarik pelajaran dari kejadian yang kita lalui. Terima kasih sudah mampir…

    1. Iya Mbak, itu orang mendengarnya bukannya tambah prihatin tapi malah ketawa soalnya jadi lucu banget :hehe. Jadinya yang jadi korban tidak merasa sedih lagi tapi sama-sama ketawa :haha.

  8. Klo saya ga percaya tuh kebetulan, semua memang sudah ditakdirkan dan biasanya kejadian yg menimpa kita adalah hasil dari action kita sebelumnya. Yaaa kayak mba T yg malas beranjak sampai SK II Pecah *sayamahmewek2 deeh. Cause and effect pasti ada…

    1. Iya Mbak, seperti saya juga yang suka teledor meninggalkan barang, akhirnya ya jadi seperti ini :hehe. Banyak pelajaran sih dari kejadian kemarin itu, tapi satu yang pasti, semoga tidak terulang dalam kehidupan kami. Sakit, bo :haha. Terima kasih ya sudah berbagi pandangan di sini :)).

  9. Gw udah beberapa waktu agak gak percaya kebetulan Gar. Everything happens for a reason. Dan terlepas apapaun alasan himangnya gadgetmu gw turut prihatin ya. Kalo belom beli sekali lagi gw tawarin. *trus langsung diblok ama Gara. Ngomong hal yang sama terus. Hahahahaa.

    Semoga dapet ganti yg lebih baik (lebih sesuai kebutuhan) ya Gar.

    1. Terima kasih banyak buat tawarannya ya Mas Dani, duh Mas ini baik banget sama saya, jadi terharu. Syukurlah saya sudah ada rezeki jadi saya sudah beli, tapi kalau suatu hari nanti saya penasaran dengan iPad, saya boleh pinjam ya *kemudian ditampar :haha*. Siap Mas, semoga yang ini lebih sesuai dengan kebutuhan saya ke depannya, terus bisa membuat diri menjadi lebih produktif :amin.

  10. Aduh baca SK-II botol gede pecah sesak napas rasanya >.<
    Kalo sy tergantung sih mikir sesuatu kebetulan ato udh takdir, kalo mau dipikirin bgt ya dianggap takdir biar dicari2 hikmahnya, kalo lg emg gak mo dipikirin anggap aj kebetulan hehe

    1. Iya banget Mbak, pelajaran berharga sekali, lain kali saya akan berusaha untuk tidak teledor dalam meletakkan barang :hehe. Terima kasih atas insight-nya ya Mbak :hehe.

  11. kalo wong jowo, aduh eman-eman banget. memang, gak ada cara lain yang lebih bijak selain merenungnkan hikmahnya dan meyakini kalau semua kejadian memang sudah direncanakan oleh yang di atas, dan menyadari bahwa kita sebagai manusia adalah makhluk pembelajar yang bisa belajar dari segala hal 🙂

    1. Iya Umami, setuju, semoga kita semua bisa belajar dari semua kejadian ini, dan semoga tablet baru ini bisa lebih bermanfaat dan lebih sesuai dengan kebutuhan saya :hehe. Terima kasih, ya.

  12. Oh Bli, kupikir hanya diriku seorang yang mengalami kesialan. Sebulan lalu merupakan hari tersial untukku. Dimulai dari rusaknya laptopku yang dikarenakan terjatuh dari peganganku ke lantai gara-gara tanganku mendadak kram. Maka pecahlah LCD dan covernya. Lalu ponselku yang juga ikut terjatuh saat aku ingin mengeluarkannya dari kantung celana, sehingga turut pecah pula LCDnya. Sebelumnya power bank milikku pun entah mengapa mendadak kendur dan tak bisa menyalurkan daya listrik yang tertampung di dalamnya. Terakhir jam tangan yang amat kusayang karena asli didatangkan langsung dari Jepang, mendadak mati jarumnya dan terlepas dari porosnya, hanya angka digitalnya saja yang masih berfungsi. Hmm, benar-benar membuatku bete tingkat dewa. Ingin ‘melembiru’ mereka semua, namun apalah daya suasana saat itu adalah persiapan menghadapi hari raya. Alhasil hanya bisa galau sendiri di rumah bersama televisi.

    Maaf lahir batin Bli, meski telat mengucapkannya. Semoga kesialan yang kita hadapi bisa menambah tingkat kesabaran kita. :))

    1. Waduh Mas, turut berduka dengan kejadian yang kau alami. Iya, semoga semua kejadian ini membuat kita lebih dewasa dan lebih hati-hati. Untunglah sekarang saya sudah dapat ganti, tapi semua nomor jadi hilang :hehe.

      1. Betul Bli, kesalahan membuat kita semakin dewasa. Sayapun baru mendapat gantinya. Beruntung masih ada back up jadi data-data yang saya simpan dalam gadget sebelumnya bisa dibuka kembali di gadget yang baru.

  13. Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang namanya Kebetulan, semuanya sudah di atur olehNYA, nah skrng kan sudah ada gantinya yaa, jd kapan kita es-em-esan lah ..lah ..lah 😀

Apa pendapat Anda terhadap tulisan tersebut? Berkomentarlah!