#Give Away: Untuk Apa Kau Menandai Waktu?

IMG_20150422_211733

Memang belum genap satu tahun saya benar-benar dengan serius menggeluti buana jurnal di dunia maya. Tapi konstelasi ruang, waktu, dan rasa syukur yang sejatinya tidak boleh habis, ingin membuat saya sedikit berbagi rasa syukur itu dengan para pembaca budiman sekalian, orang-orang baik yang sudah sudi meluangkan waktu berharganya untuk membaca tulisan saya yang jauh dari sempurna.

Dan betapa saya berterima kasih kepada sang pencipta hidup, yang sudah mengirimkan pada saya orang-orang baik yang mau dan mampu untuk berbagi tawa tangis, sedih senyum, buah ucap pikir, berbagi waktu meskipun kita tidak ada dalam satu ruang, orang-orang hebat yang bisa dengan bangga saya sebut sebagai “sahabat”. Berkat mereka jugalah, saya bisa turut mendapat ide guna membagi rasa terima kasih dan syukur saya, atas pencapaian kecil yang sudah saya capai, dalam untaian mata jurnal saya di jagat maya.

Apalagi, hari ini, 23 April 2015, dua hari setelah ulang tahun Ibu Kartini, adalah hari yang dikonsensuskan penduduk dunia sebagai International Book and Copyright Day, singkatnya, Hari Buku Dunia.

Guna merayakannya, sekaligus sebagai bentuk ucapan syukur saya…

…saya menyelenggarakan give away kecil-kecilan! Hore!

Jadi apa kontesnya? OK, ini dia, paragraf yang ditunggu-tunggu:

Dalam satu tulisan, dengan panjang postingan antara tiga ratus dan tiga ratus lima puluh kata, jawablah pertanyaan ini,
“Untuk apa kau menandai waktu?”

Postingan jawaban saya tunggu selama empat belas hari terhitung mulai tanggal tulisan ini dipublish, dengan demikian, paling lambat tanggal 7 Mei 2015.

Saya meminta agar setiap postingan menyertakan:

  1. Link ke tulisan ini dalam postingannya,
  2. Link tulisan di kolom komentar, sebagai bentuk entry yang akan saya kirimkan pada dewan juri,
  3. Gambar yang ada di awal tulisan ini pada postingannya, dan
  4. Data diri berupa alamat e-mail dan/atau akun Twitter yang dapat saya hubungi kalau salah satu dari peserta give away ini terpilih sebagai pemenang. Saya sangat berharap kalau alamat e-mail dan/atau akun Twitternya aktif, agar kita bisa berkomunikasi dengan lancar.

Supaya give away ini benar-benar terlihat seperti kontes menulis, setiap tulisan yang masuk akan dinilai oleh tiga orang dewan juri, masing-masing:

Juri pertama sudah terkenal sebagai penulis novel. Namanya pun terpampang pada dua buku yang saya jadikan hadiah di atas.


Tyas EffendiYap, the one and only
, Tyas Effendi. Penulis yang sudah menghasilkan lima novel (sejauh ini), novel keenamnya masih dalam proses editing di penerbit terkenal itu.

Selain itu, Kak Tyas juga baru saja menyelesaikan studinya di Sastra Inggris Universitas Brawijaya, jadi kemampuannya bersastra dan mengulik makna dari setiap tulisan tidak perlulah saya ragukan. Saya sangat beruntung bisa melibatkan Kak Tyas dalam give away ini :hehe.

Juri kedua adalah salah satu sahabat saya yang paling baik dan paling mengerti diri ini :hoho. Saya mengenalnya di dunia tulis-menulis fanfiksi, sebagai salah satu penulis terbaik di seantero fandom tempat saya dulu pernah bernaung.

Namanya Kak Heni, tapi orang-orang biasa mengenalnya dengan nama penanya: Curio Cherry.

IMG-20150321-WA0013Selain seorang penulis, Kak Heni juga pemerhati masalah-masalah hak asasi manusia, masalah lingkungan dan masalah perempuan. Pikiran-pikirannya yang bernas, pengalamannya dalam berbagai seminar dan diskusi hak asasi manusia dan pemberdayaan perempuan yang membuat dia (dan saya) kaya ilmu, juga latar belakang pekerjaannya yang berkaitan erat dengan salah satu aktivis HAM terbaik yang pernah ada di negeri ini, membuat saya tidak ada ragu untuk menjadikan Kak Heni salah satu penilai dalam cerita ini, karena pendapat-pendapatnya yang kritis dan tajam biasanya membuat saya sedikit tersadarkan :haha.

Dan juri terakhir… ya saya, si empunya jurnal :hehe.

dsc05295

Numpang nampang, ya :haha.

Pun tentang saya… ah, rasanya saya tak pantas untuk menilai (apalagi memuji) diri saya sendiri. Sesuai dengan prinsip yang saya anut, eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin. Biarkanlah orang lain yang menilai, karena saya belum merasa pantas menilai diri sendiri (kemudian saya digampar massa).

Dalam give away ini, kami akan memilih dua orang pemenang, yang setiap pemenangnya akan mendapat masing-masing satu eksemplar dari dua judul buku di bawah ini:

  1. Tentang Waktu (Tyas Effendi, Gagas Media, 2015); dan
  2. Untuk Apa Kau Menandai Waktu? (Tyas Effendi, Arum Effendi, dan Rae Shella, UB Press, 2014).

Semua hadiah masih saya usahakan untuk bisa mendapat tanda tangan otentik dari penulis dan dewan juri give away ini (ini modus ala-ala saya banget supaya bisa ikutan tanda tangan :haha).

Saya harap, semua hadiah bisa saya ambil saat peredaran saya ke timur Jawa pada awal Mei 2015. Serahkan urusan pengiriman hadiah pada saya, saya akan berusaha yang terbaik untuk urusan yang ini :)).

Jadi, demikianlah! Kami sangat menantikan apa respons yang akan kami terima terkait dengan pertanyaan singkat itu. Sengaja kami membuatnya agak abstrak, supaya eksplorasinya juga lebih bebas. Saya sangat menantikan malam-malam mengasyikkan membaca tulisan-tulisan yang masuk, mendiskusikannya dengan rekan-rekan sesama dewan juri. Pasti perdebatannya akan sangat seru.

Prinsip kami, percayalah, tak ada eksplorasi yang keliru. Selamat menulis!


p.s. Terima kasih untuk Kak Tyas yang sudah mau menyumbangkan foto yang sama seperti yang dipajang di belakang buku, juga gambar untuk give away ini (gambar yang di atas itu!). Dan saya seperti baru sadar akan sesuatu, Kak… namun biarlah itu saya simpan untuk diri saya sendiri dulu :haha.

172 thoughts on “#Give Away: Untuk Apa Kau Menandai Waktu?

    1. Menandai waktu… monggo diinterpretasikan sendiri Mas, bebas. Kalau bagi saya, menandai waktu itu membikin jadwal. Tapi ada juga yang mengartikan menandai waktu itu sebagai pengingat akan apa yang terjadi di masa lampau.

  1. Salam kenal Gaara.

    Baru mampir dan lsg disuguhu GA. Sukses Gaara buat ngeblognya. Aku ud lama ngeblog tp sempet lama bgt hiatus dan ternyata masih banyaak yang suka ngeblog *lalu heboh

  2. Salam kenal Gaara.

    Baru mampir dan lsg disuguhu GA. Sukses Gaara buat ngeblognya. Aku ud lama ngeblog tapi sempet lama banget hiatus dan ternyata masih banyaak yang suka ngeblog *lalu heboh

    1. Halo, salam kenal juga! Terima kasih sudah mampir.
      Terima kasih sekali. Ah, blogging memang menyenangkan, apalagi bisa tambah banyak teman dan juga bisa belajar banyak dari senior-senior yang sudah lama di sini.
      Review bukunya keren-keren :)). Bisa jadi referensi untuk membeli beberapa buku, nih. Terima kasih!

    1. Ah, terima kasih banyak, Mbak! Kami juri kecil-kecilan, biar give awaynya betulan rasa kontes :hehe. Sekali lagi terima kasih! Kalau berminat, monggo Mbak, ikutan :hehe *promosi mah harus :hihi*.

    1. Oalah, ini baru masuk toh :hehe. Duh maaf Mas, baru datang, jadi belum sempat buka apa-apa. Masih dicicil-cicil untuk membalas semuanya :hehe. Sekali lagi mohon maaf…

Apa pendapat Anda terhadap tulisan tersebut? Berkomentarlah!