Garo, Go Self-Hosting

Iya, saya tidak bercanda ketika menulis judul di atas.

Saya pakai self-hosting! :bahagia.

Yep, setelah berpikir dari awal tahun ini, mungkin, ketika Mas Ryan dan Mas Dani mulai bermigrasi ke situs yang dikelola sendiri, akhirnya setelah kena racun di pertemuan kemarin :haha, saya pun memutuskan untuk ikut-ikutan pindah ke situs swakelola.

Jadi bagaimana rasanya swakelola?

Cukup sekali, nggak lagi-lagi :haha.

Repot, euy. Dari beli domain, beli hosting (yang kenapa juga nggak sekalian dengan domain jadi domainnya gratis yah? Oh, saya kan horang kayah dirajam), terus setelah hostingnya aktif dan WordPress-nya terpasang pun, saya belum bisa memublikasikan postingan secara simultan sebagai sambungan dari blog saya yang lama (ciyee, punya istilah “blog lama” sekarang :haha).

Soalnya masih harus memulai semua dari awal dan itu membuat kepala saya lempuyangan (mungkin istilah yang tepat “kliyengan” kali ya, secara mesti memindahkan postingan, komentar, media, dan semua-semuanya yang suah banget buat saya yang notabene awam soal dunia perbloggingan tingkat master ini. Belum lagi soal edit-edit tema (yang saya menghabiskan seratus dua puluh menit penuhΒ buat menjadikan tampilan situs ini “sedikit” lebih baik, di luar pemilihan tema), edit widget, migrasi followers, dan pembuatan postingan ini, yang menandakan kalau blog ini sudah siap untuk didistribusikan ke khalayak ramai :haha.

Tapi sekarang semua sudah jauh lebih baik, dan lebih siap. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada dua blogger yang sudah lebih dulu berpindah ke situs swakelola, Mas Ryan dan Mas Dani yang sudah mau saya ganggu sampai tak kenal waktu supaya pertanyaan-pertanyaan saya (yang kadang-kadang bodoh) bisa terjawab :hehe.

Masih banyak kekurangan, saya tahu, seperti gambar-gambar di postingan November 2014–Februari 2015 yang masih dari server lama. Sebenarnya saya belum mau memublikasikan ini sebelum semua gambar itu terganti, tapi setelah saya pikir-pikir, ya biar saja toh ya, kan itu artinya kenangan bahwa saya punya masa-masa ketika semua gambar saya unggah tanpa dikecilkan dulu ukurannya :haha.

Masih banyak juga yang bolong-bolong di sana-sini, soal pemrograman yang belum pernah saya pahami sebelumnya, atau soal logo situs yang belum selesai (padahal gambarnya sudah ada :haha). Saking banyaknya, saya sampai ketakutan ketika memikirkannya :haha. Tapi yang begitu-begitu kan tidak boleh dipikirkan, toh? Dijalani saja, pasti nanti akan datang saat kita menggarap semua itu, jika kita berkomitmen tulus dan disertai usaha yang kuat.

Setelah ini, blog ini mau dibawa ke mana?

ketawa dulu.

Ya… ke mana angin membawa saya :haha.

Prinsip saya menulis, saya tak membebani diri dengan kata “harus”. Jadi saya akan berusaha untuk tidak mengubah gaya menulis atau idealisme tulisan saya. Kasarnya, saya menulis apa yang ingin saya tulis, bukan apa yang “harus” atau “seyogianya” saya tulis.

Akhir kata, selamat datang di rumah baru saya! Apabila ada kritik, atau saran, silakan layangkan ke e-mail saya, garo@mencarijejak.com atau kurosaki.haruki@gmail.com. Boleh juga dilayangkan ke kotak komentar ini, masih banyak yang belum saya ketahui jadi kalau ada banyak kepala yang berpikir tentu sangat membantu.

Sekian dulu, selamat membaca! Selamat siklus Pawukon yang baru juga, hari ini Sabuh Mas jadi ini hari baik untuk memulai sesuatu yang baru. Besok Pagerwesi, juga hari raya! Selamat hari raya!

Dengan ini, saya nyatakan blog lama saya di pwgara.wordpress.com saya set ke private dan sudah tidak dapat diakses lagi :)). Mohon bantuan dan kerja samanya, ya!

73 thoughts on “Garo, Go Self-Hosting

    1. Waah Mas tamu pertama! Terima kasih Mas :hehe, amin, mudah-mudahan ini menambah komitmen saya memberi sesuatu untuk para pembaca melalui tulisan :)). Sekali lagi terima kasih!

  1. Selamaaaat mencarijejak sekarang sudah dot com! Semoga iklan-iklan berdatangan dan terus memberikan tulisan yang inspiratif untuk masyarakat Indonesia. Hahaha… Selamat, Gar! πŸ™‚

    1. Saya belum mengerti SEO dan keluarganya Kang :hehe, tapi kalau seandainya komersialisasi itu tidak bertentangan dengan tujuan saya menulis, dan positif, mari belajar untuk mencobanya :haha. Terima kasih!

    1. Memang agak ribet sih Mbak, saya juga baru sadar, selama dulu di wp.com kayaknya dibuai banget :huhu. Tapi semua itu memang mesti dijalani sih :hehe.

    1. Iya Mas, mending mampir ke sini saja, yang lama saya arsipkan :hehe. Waduh terima kasih ya sudah dibilang ramping, yes ada perbaikan kalau begitu :haha *salah fokus*.

    1. Doh makasih banyak Mas! Syukurlah, sekarang notifikasi dari Mas Rifqy sudah bisa masuk (ini menurut saya lebih penting :hihi). Terima kasih juga sudah memasukkan saya dalam blogroll… saya belum tahu apa itu blogroll (apa sejenis eggroll? :haha) tapi akan saya cari tahu! Terima kasih banyak Mas!

  2. Ejiyeeeeehhh…. punya rumah baru nih yee… keren rumah barunya terus rapih jali! enak liatnya, jadi betah buat baca-baca dimari. hihi

    Eh bli banyak tamu tuh, masa ga disuguhin? suguhin pizza aku aja, terima pesenan kok. hahaayy πŸ˜€

    1. Aaaah aku aja belum nyobain pizza-nya, masa dikasih tamu dulu sih *terus nggak ada yang mau mampir :haha*. Eh bagi kontakmu dong, boleh nggak? Siapa tahu saya nanti ke Bandung jadi bisa kabar-kabari :)). Terima kasih yaa.

      1. Iya ya, masa tamu makan tuan rumah ngences. hihihi

        Iya bole, aku kasi lewat message twitter yaa.

        Bli sejak rumah baru aku jd ga dapet notif klo abis komen dimari. emang gitu ya? macem di rumah mas Dani juga… apakah ini pertanda aku kudu punya domain dan hosting sendiri ? 😐

        1. Iya Ran, memang kelemahannya hosting sendiri seperti itu, kalau aku balas komen tidak akan ngeh kalau aku sudah membalasnya :huhu. Itukah yang dirimu maksud?

          1. Iya bener gitu maksudnya, jadi kan gatau uda dibales apa belomnya, yamasa kudu ditungguin mele.

            Yawda deh apa mau dikata, itung2 rajin ngunjungin rumah barunya Bli gara πŸ™‚

  3. Tuh kan makanya kok di email saya ga ada notif postingan baru dari Gara. Tenryata udah self hosting. πŸ˜€ πŸ˜€ Harus langganan baru lagi nih. πŸ˜‰

    Nah, kalo udah self hosting gini, jangan lupa, tanggung jawabmu makin berat lho. Jangan lupa tiap tahun bayar langganan. Terus pertimbangkan juga bandwidth-nya. Kalo kelewat batas kuota, blog Gara ga bisa diakses sama kami2 ini. πŸ˜€

    Terus, jangan nanti kayak saya, dua tahun lalu berhenti berlangganan domain ke wordpress, dari asopusitemus.com balik ke gratisan asopusitemus.wordpress.com. Akhirnya semua link2 yang saya pakai di postingan sebelumnya, ga berubah ke wordpress.com. Buanyak dead link. Kacau…. πŸ™

    Harus konsisten yaa! :mrgreen:

    1. Terima kasih sudah diingatkan, Mas! Iya, mesti bikin koin untuk hostingan, terus dipastikan juga bandwith tidak melebihi kuota :)). Masih ada banyak yang perlu saya pelajari Mas :hehe. Mohon bantuannya ya kalau kapan-kapan saya tanya-tanya :hehe.

Apa pendapat Anda terhadap tulisan tersebut? Berkomentarlah!