Blog Ini Menyeramkan!

Blog ini menyeramkan. Sangat.

Halo, dan selamat datang. Saya masih berkutat dengan error kebangsaan yang ada di blog ini: mengapa yang muncul di WP Reader masih komentar-komentar dan bukan postingan. Bahasa teknisnya, yang ditarik sebagai feed di WP Reader adalah comments feed, bukan posts feed sebagaimana mestinya blog swakelola dalam WP Reader. Padahal, feed untuk blog ini (mencarijejak.com/feed/) sama sekali tak bermasalah. Bisa dicek sendiri.

Saya sudah melakukan beberapa cara (yang mungkin) untuk mencari di mana penyebab kesalahan itu. Sejauh ini, yang paling mungkin ada di tema. Beberapa bulan yang lalu saya sempat memakai tema bajakan. OK, saya mengaku salah. Tapi saya sekarang sudah tidak lagi memakai tema itu. Saya kembali ke tema gratisan. Saya menghapus tema itu dan tidak pernah mengunggahnya lagi.

Yang paling mungkin, ada file yang belum saya hapus. Atau alamat blog ini sudah ditandai oleh sang pengembang tema, kemudian blog saya “disantet”. Tapi apa iya hal itu mungkin terjadi dan benar-benar tidak bisa dideteksi, baik di dasbor blog maupun di dasbor cpanel?

Kemungkinan lain ada di plugin yang error. Saya pun sudah mencobanya. Uninstall satu, kemudian publish postingan, publish komentar. Tak ada yang berubah. Uninstall lagi yang lain, ulangi langkah yang sama. Sama saja. Uninstall yang lain lagi, ulangi semuanya. Sami mawon. Bahkan saya sampai meng-uninstall semuanya. Tidak ada yang berubah. Yang muncul di WP Reader masih tetap komentar dan komentar.

Saya kehabisan akal dan setelah bertanya ke sana kemari, saya mengambil opsi yang pada saat itu saya anggap paling brutal: install ulang engine WP. Ibarat kata di dalam sebuah rumah ada lemari tempat saya menyimpan pakaian dan segala macam benda, saya menyingkirkan lemari yang lama dan membuat lemari yang baru.

Saya mengecek WP Reader dengan penuh semangat.

Yang muncul masih komentar.

Saya menghancurkan lemari yang lama, dan membuat lemari yang baru. Sampai dua kali.

Yang muncul masih Comments on mencari jejak. (Please, kalau bertemu saya, saya mohon, jangan bawa-bawa kata “komentar”. Saya bisa gila betulan).

Sempat saya berpikir untuk menyerah. Tapi jika saya menyerah, saya khawatir kalau ini kejadian seperti di film motivasi ketika sang tokoh utama memutuskan berhenti padahal ia tinggal sedikiiiiit lagi sampai ke tujuannya. Oh tidak bisa, pikir saya. Kalau begitu saya juga harus berusaha lagi. Sedikit lagi.

Tapi ya hasilnya masih sama dan saya merasa bahwa manusia punya batas kesabaran.

Tapi (lagi), sayang banget kalau saya menyerah! Ada sekitar 180 tulisan di blog itu (160 sudah publish, 20 masih draf). Belum lagi draf yang ada di luar blog, analisis soal beberapa objek wisata arkeologi di Kota Batu yang jika dihitung sekitar 30 postingan. Belum lagi dengan koleksi “gambar bercerita” yang ada bergiga-giga di harddisk. Semua itu sangat bisa jadi draf (yang bisa berkembang biak), jadi masa saya mau berhenti usaha hanya karena pembaca blog ini hanya akan melihat komentar dan bukan postingan di homepage mereka?

Duh Gusti.

Sampai akhirnya tadi saya ambil keputusan. Saya mencoba me-recreate kembali hostingan saya dari awal. Alamat memang masih tetap, tapi ibarat kata, alih-alih lemari, saya menghancurkan rumahnya dan membangun lagi dari awal, dari kosong. Untunglah pihak hostingan mau membantu tanpa mengenakan biaya tambahan. Saya sangat berterima kasih akan itu. Saya membersihkan semua cache di browser pada semua gawai yang saya miliki. Pokoknya semua bersih sih.

Saya juga memutuskan semua hubungan antara blog self hosting dengan akun wordpress dot com. Uninstall Jetpack dan tidak berencana menyambungnya lagi. Tema seminim mungkin, dan pastinya gratisan. Di akun wordpress dot com saya meng-unfollow blog saya sendiri. Tapi saya belum disconnect blog self hosting saya karena saya pikir, ketika saya me-reset semua dari awal, semua koneksi akan putus. Toh postingan juga sudah hilang semua.

Logikanya, ketika rumah kosong, koneksi tiada, tak akan ada postingan yang bisa tampak. Semua kembali ke fitrahnya, seperti jika Lebaran tiba. Setelah semua fix murni kembali ke awal, baru kita bisa bikin koneksi baru. Dan koneksi baru berarti reset semua dari awal, dan saya harap ini berarti yang muncul di feed WP Reader adalah postingan, bukan komentar-komentar. Jujur, feed komentar itu membuat kepala saya pusing.

Alert di e-mail sudah saya terima. Persis seperti saat saya beli hostingan ini dulu. Asyik, kayaknya bakal jadi nih. Saya pun mencoba mem-follow kembali blog saya di akun wordpress.

Kok tablet saya berdering?

Saya membuka tablet, dan notifikasinya bahwa Gara dan sekian orang lain baru saja memfollow blog “mencari jejak”.

Padahal blognya sudah saya disconnect.

TERUS ITU DAPAT NOTIFIKASI KOK BISAAAAA?????

Gemetar, saya buka link blog yang ada di WP Reader HP. Saya mencoba buka tautan ke browser eksternal. Blog kosong melompong.

Saya coba buka ke penampil yang ada di internal WP Reader.

Semua postingan blog saya, yang semestinya sudah terhapus, yang semestinya sudah hilang, ada di sana. Bisa di-like, pula.

PADAHAL KONEKSINYA SUDAH TAK PUTUUUS!!!!

Terakhir saya coba buka di akun WP Reader via laptop dan yah… masih isinya komentar semua. Padahal komentarnya sendiri sudah tak ada di akun ini, semua sudah bersih, di cpanel pun tadi storage sudah clear semua. Saya langsung lemas. Nggak tahu mau ngomong apa dan bertindak bagaimana. Seingat saya, semua celah sudah saya tutup sebisa mungkin. Tapi kok ya itu masih error dan secara “gaib”, postingan dan komentar masih muncul?

Saya mengkonsultasikan (baca: curhat) hal ini pada Curio dan kata dia, dalam bahasa yang sangat saya rasionalkan, mungkin blog ini disantet (tanpa tanda kutip) karena tulisan-tulisan (beserta draf-draf saya) adalah tentang tempat-tempat yang punya energi spiritual sangat… kuat. Dan tulisan saya bukan membahas soal tempat itu dari luar, melainkan menelisik sampai ke fenomena spiritualnya juga. Sehingga kata dia, tulisan saya punya energi yang sama dan akibatnya, tak bisa diperlakukan “sembarangan”.

Ini memang irasional, banget. Tapi memang, “sakitnya” blog saya ini mirip dengan sakitnya seseorang, tapi sudah diperiksa ke dokter spesialis sana-sini dan cek darah sana-sini tapi tidak ada penyakit yang tampak.

Saya nggak percaya dan sangat nggak yakin, jujur saja. Ya masa iya sih, blog yang notabene sangat teknologi ini bisa dipengaruhi oleh hal-hal berbau klenik? Ini seperti menggabungkan dua kutub yang sangat berlawanan (tapi dua kutub yang berlawanan justru tarik-menarik, kan?). Sepertinya saya sudah mengambil jalan yang sangat berbahaya dengan tetap menulis ini, tapi mau bagaimana lagi, I do love writing and sharing with others.

Lagi pula saya tidak ada niat apa-apa lho menulis semua itu, sumpah. Tidak ada niat ngalap berkah, memohon sesuatu, apalagi yang aneh-aneh. Saya cuma ingin menggali cerita, mencari jejaknya, kemudian menyimpannya di etalase supaya semua orang bisa baca. Cuma memang, cobaan ke sana akan berat banget, ya?

Pada akhirnya, jika opsi semua itu gagal, masih ada pilihan lain sih. Satu, ganti alamat baru. Ini artinya ganti domain, ganti hosting, mulai lagi semuanya dari awal. Tapi lemahnya, belum tentu berhasil. Selalu ada kemungkinan error yang sama akan kembali lagi, dan apa saya akan ganti hosting lagi kalau itu terjadi? Kesannya kayak melarikan diri banget.

Opsi kedua adalah kembali ke blog gratisan. Hm, ini kemunduran sih. Di saat semua blogger lain justru berusaha dot com, berusaha belajar self hosting, masa saya mesti kembali ke blog gratisan hanya karena pengalaman buruk dengan semua ini? Sepertinya cemen, sangat cemen.

Yah, namun saya mesti rasional. Semua opsi mungkin sih. Sembari berharap semoga ada pemecahan terkait dengan error ini. Yang jelas, tak akan ada yang terjadi kalau saya tak berbuat apa-apa.

Selamat malam. Selamat malam Mingguan. Ada yang malam mingguan di candi atau punden, mungkin? Mumpung malam ini purnama.

43 thoughts on “Blog Ini Menyeramkan!

  1. Gara, aku membaca tulisan ini dari Feedly. Nah normal saja tuh. Dulu aku langganan blog ini dr WP readers, emang yg dapat komen mulu. Gak tahu sekarang sdh gak baca dari sana soalnya ??

    1. Iya Mbak… memang dari feed aggregator yang lain, macam feedly atau jika langganan via e-mail, memang tak ada masalah. Problemnya cuma di WP Reader. Ingin sih sebetulnya meminta semua orang pakai feedly, cuma kebanyakan pembaca mengakses blog via WP Reader :haha.

  2. Ya ampun Gara, aku ikutan prihatin lho atas masalahmu ini. Bacanya aja aku ikutan stress. Agak sedih juga sih, soalnya aku jadi ketinggalan banyak ceritamu. Di timelineku malah sekarang udah jarang muncul notifikasi kegiatan dari blog mu …

    Gara dirimu yakin, kalau misalnya mulai dari awal lagi. Ganti nama, ganti hosting dll itu masalahnya bakal sama? Coba dulu deh. Aku berharap berhasil.

    1. Mungkin ini ujian Mas buat blog saya supaya jadi lebih baik lagi :hehe. Demikianlah Mas, ganti semua dari awal memang pasti berhasil tapi saya agak khawatir masalah yang sama terulang padahal saya belum tahu apa penyebab dan bagaimana menyelesaikan masalah ini. Jadi sepertinya opsi itu akan saya jadikan pilihan yang paling akhir banget. Sekarang saya mencoba pakai jasa maintenance website, mohon doanya Mas supaya bisa berhasil :amin.

    1. Saya juga bingung Mbak, kenapa bisa jadi seperti ini :huhu. Semangat menulis memang sedang diuji banget dengan masalah ini, karena berpengaruh banget ke psikologi menulis saya :huhu, banyak deh dampaknya. Semoga kalau saya lulus dapat hadiah dari Tuhan :amin. Mohon doanya ya, Mbak.

    1. Mungkin saja, Mas. Saya bahkan menduga itu penjelasan yang paling logis. Yah, tapi nasi sudah menjadi bubur, konsekuensinya harus saya tanggung. Semoga saja masalah ini cepat selesai :amin.

  3. Gara….sudah lama saya ga main ke sini. Ternyata tampilan blognya berubah. Semoga blognya bisa segera membaik ya Gar 🙂

    1. Iya Mbak, mohon maaf saya juga lama tak main ke blog Mbak dan teman-teman, jujur masalah ini bikin semangat blogging jadi down banget. Mudah-mudahan Mbak, mohon doanya, supaya saya tak pusing setiap kali buka blog karena kepikiran masalah ini terus :huhu (sampai pusing-pusing).

    1. Iya Mbak, semoga dengan postingan ini bisa sedikit menjelaskan bahwa bahkan saya tak tahu apa yang terjadi dengan blog ini dan masih terus usaha mencari jalan keluar. Terima kasih banyak Mbak, mohon doanya, semoga blog saya bisa segera beres :amin.

  4. Tulisan mu ngak ngol d wp ku.. Jd harus buka lewat browser hehe jd kmrn itu habis d nonaktifin ya pants kok tiba” ada komentar baru pas ak cek ternyata komentar luama hehe.. Ak wa km ya.. Ada yg mau ak tunjukin

    1. Lebih baik buka lewat browser De ketimbang via Reader, takutnya yang muncul komentar terus. Iya, memang sempat dinonaktifkan ini dan itunya, jadi pas install ulang dan pasang backup beberapa komentar ada yang hilang. Mohon doanya ya De semoga blogku ini segera beres :amin.

  5. Pantesan yang muncul di reader saya masih comment semua. Hehe.. Semoga segera teratasi ya Bli. Sepertinya harus kasih sesajen untuk klenik-klenik itu 😛

    1. Iya nih Wien, mohon maaf ya atas ketidaknyamanannya selama ini. Saya sedang berusaha dengan jasa maintenance website, mudah-mudahan berhasil, mohon doanya ya :amin.

    1. Iya Mbak, lebih mungkin gara-gara tema bajakan itu ya. Susahnya bahkan setelah di-uninstall tema bajakannya, error-nya tidak mau hilang. Saya jadi bingung mesti bagaimana :huhu.

  6. duhhh aku jadi mules baca ini, trus mengurungkan niat buat pindah hosting deh…..aku gak shanggup kalo kerjadian gini juga khakaaaak!

    semoga segera beres ya yang error-error, mean while….bisa kali kita piknik duluk 😀

    1. Mengalaminya bikin keringat dingin dan stres berbulan-bulan. Tapi dengan tidak menginstall tema bajakan, kayaknya bisa menghindarkan dari error-error tak jelas seperti ini, Mbak.
      Yuk ah! Ke mana kita?

  7. Mungkin perlu dibawa ke klinik IT mas, biar tidak berlarut2. Keluar sedikit duit tidak apa2 yang penting penyakit sembuh. Dan yang lebih penting, dont stop writting. Cepet sembuh! 🙂

    Eniwei, aku suka theme yang sekarang. Simple and clean, ketimbang sebelumnya.

    1. Iya Mas, sekarang saya sedang meminta bantuan ke salah satu klinik IT, dan semoga saja letak error-nya sesuai dengan info awal yang telah diberikan kemarin dan segera bisa diselesaikan, tak enak rasanya dengan teman-teman pembaca :)).
      Terima kasih banyak Mas, saya dapat banyak pelajaran soal tema jadi ke depan agaknya yang seperti ini dulu saja.

  8. Oalaahhh aku tuh suka terbingung2 sendiri kalo liat reader wordpress kok isinya komen doang, makanya jarang banget main kesini Gar. huhuhu semoga cepat beres ya. Udah coba contact support wordpress nya?

    1. Iya Mbak, mohon maaf ya atas ketidaknyamanannya.
      Saya sudah coba kontak, tapi sampai sekarang belum ada respons dari sana. Sekarang sedang coba jasa perbaikan website, mudah-mudahan segera beres masalahnya. Mohon doanya ya Mbak :)).

  9. Saran pasti berhasil mas gara. coba hidupkan blog wordpress.com yg lama, kemudian dotcomkan. Harga $18 pertahun. Lebih baik seperti itu kalo ada masalah tinggal hubungi pihak wordpress.com.

    Selain itu kita nggak perlu mengutak-atik settingan wordpress. Kan tujuan ngeblognya cuma seneng2. Kecuali mas gara mau bermain SEO, lebih bagus pake wordpress.org.

  10. bang Gara… saya bingung mau komentar apa.. soalnya saya sendiri gaptek urusan WP.. makanya pake yang satunya lagi 😀
    tapi apapun ceritanya, memulai kembali dari nol, sebuah opsi yang sebaiknya jangan sampai ke sana bang. hubungi pihak wp aja bang.. siapa tahu ada jalan keluar. atau.. redesign aja ke orang2 yang lebih paham edit template dan web bang.. bayar lebih sedikit kan tak apa?

Terima kasih sudah membaca! Sudilah kiranya meninggalkan jejak?