Bahagia Itu Sederhana

Bagi saya, bahagia itu adalah tahu kalau saya masih bisa menarik dan mengembuskan napas dengan lega. Masih bisa tidur telentang di atas lantai, kemudian menatap lampu neon yang bersinar terang karena listrik masih tersambung dengan baik, tidak mati listrik atau tidak diputus karena menunggak bayar iuran.

Bagi saya, bahagia itu adalah ketika saya bangun pagi, kemudian menatap matahari dan bersiap-siap ke kantor, yang meski di kantor akan penuh masalah dan drama, saya tahu kalau setelah jam kerja berakhir saya bisa pulang ke kamar saya yang tak seberapa besar tapi nyaman, dan menghabiskan waktu bersama televisi atau beberapa buku sebelum tidur di kasur yang nyaman bagi saya.

Bagi saya, bahagia itu adalah ketika saya tahu kalau masih ada orang-orang yang mencintai saya tanpa pretensi. Ketika saya tahu kalau saya masih bisa mencintai orang tanpa pretensi. Ketika saya sadar kalau saya masih bisa ketawa bersama orang-orang yang menyayangi saya tanpa pretensi itu. Bahagia juga berarti saat ketika saya bisa jadi diri saya sendiri dan tidak harus berbuat (atau tidak berbuat sesuatu) untuk kepentingan selain kepentingan saya dan orang-orang yang mencintai saya tanpa pretensi itu :haha susah bener dah bahasanya.

Orang bilang kalau saya gampang dibuat bahagia. Mungkin karena saya sudah mengizinkan diri sendiri buat bahagia :haha disambit. Bisa dikasih makanan gratis saja kadang saya sudah senang banget, bisa dibagi cerita teman-teman juga saya sudah bahagia sekali, soalnya saya merasa terhanyut dari apa yang sudah teman-teman tuliskan di laman jurnal maya teman-teman. Gampang mah intinya kalau membuat saya bahagia.

Tapi bukan berarti saya selalu bahagia sih. Kadang juga ada masalah dalam hidup. Kadang juga saya lost control dan meledak atau bagaimana-bagaimana deh, uring-uringan atau mutung tidak jelas. Kadang deramak dan sehari-hari cuma bisa nangis bombay. Ya tapi itu kan namanya manusiawi ya. Kata orang tua, cakra manggilingan, kadang hidup di atas kadang di bawah, kadang seluruh dunia berkonspirasi mendukung niatmu tapi kadang seluruh dunia bersatu untuk menentang keinginanmu. Satu waktu, kadang kita diangkat ke atas, tapi di saat yang lain, kita akan dihujamkan ke bawah supaya kita merasa sakit (saya angkat topi kalau ada yang masih ingat ini ada dalam novel apa :haha).

Hal-hal di atas memang lebih gampang dikatakan ketimbang dilaksanakan sih. Tapi… mari menjalani hari-hari sebaik mungkin dengan usaha terbaik yang bisa kita lakukan ya :hehe. Selalu ada hikmah di balik apa pun yang terjadi, percaya deh. Bahkan ketika kita sedang melalui hari dengan badai terburuk sekalipun.

Paling tidak, bahagia itu adalah ketika saya masih bisa ketawa saat melihat foto ini, padahal saya tahu berat badan saya sudah naik beberapa kilo (setelah sebelumnya nangis guling-guling :haha). Sesederhana itu.

Saya gendut, iya, saya tahu.
Saya agak gempal, iya, saya tahu.

Maksudnya, meskipun saya gendut, setidaknya kan saya tidak sendiri. Masih ada orang yang lebih gemuk dari saya :haha ditampar.

p.s. Postingan ini diikutkan dalam give away yang diselenggarakan oleh Mbak Wiwien SM, dalam WS Very First Giveaway.

72 thoughts on “Bahagia Itu Sederhana

    1. Mari makan, Mbak :hihi. Ah, terakhir saya makan nasi campur itu beberapa minggu lalu, di Yogya. Sekarang pun sudah kangen rasanya. Mungkin besok atau lusa bakal melipir ke Rawamangun buat makan :hoho.

    1. Paling tidak saya masih bersyukur masih ada orang yang percaya dan mau cerita dengan saya :)).
      Oh ya? Hm, sayang sekali tidak benar (menurut tes yang saya lakukan beberapa tahun lalu ya :haha).

  1. Bahagia itu memang sederhana Mas Gara. Ketika menulis ini dan terbit, tentu bahagia. Dan menjadi sederhana juga bahagia, maka mungkin tidak perlu pakai kata susah “pretensi” yang sebagian orang kurang memahami hahahaha. Peace mas 🙂

    1. Nah, saya memang mesti belajar menulis dengan lebih sederhana, jadi perbanyak menulis dan membaca mungkin bisa jadi jalan ke arah sana :hoho. Thanks anyway, Mas :hehe :peace.

  2. Saya tidak begitu bahagia karena gendut. Jarang ketemu baju yg jatuhnya enak dilihat dengan postur saya sekarang. Untungnya untuk hal-hal kwcil lain saya sangat mudah bahagia. Jadi imbang deh, Gara 🙂

    1. Keseimbangan dalam hidup ya Mbak, memang mesti diutamakan :hehe. Kadang kalau hidup tidak seimbang, itu bisa jadi sumber ketidakbahagiaan yang lain :)).

  3. bahagia itu memang mulai dari hal-hal kecil dulu ya gara. kalau nunggu hal-hal besar baru bisa bahagia, mmm kalau iya hal besar itu datang kalau enggak hal-hal yang seharusnya udah bikin bahagia luput begitu saja.

    salam
    /kayka

    1. Setuju Mbak, lagipula hal-hal besar menurut saya terdiri dari banyak hal-hal kecil, jadi bahagia yang besar juga asalnya adalah bahagia-bahagia yang kecil-kecil itu :hehe. Cuma kadang ini susah dijalani sih (saya juga kadang susah bahagia dengan hal kecil :haha).

  4. Bahagia itu sederhana, cuma kadang-kadang kita suka bikin ribet sendiri, sehingga ,,, mau bahagia dikit aja susah.

    Eh tapi setuju banget deh sama dua kalimat sebelum penutup. Meskipun sekarang gak gempal, tapi aku seneng kalau ada yang lebih gemuk dari aku hahahaha *lalu disambit sandal*

    Peace ya Gara, dan tetap bikin tulisan yang keren 🙂

    1. Iya, kadang saya juga suka ribet sih Mas, tapi ya sudahlah ya, diterima saja kenyataannya (bahwa saya lebih gempal dari Masnya :haha) dan mari gunakan kekurangan sebagai kelebihan untuk bergerak menuju hari esok yang lebih baik *apasih ini*. Merdekaa! *looh? :haha*.

      1. Apapun itu yang penting sehat Gara. Fyi, gini-gini aku udah pasang satu ring di jantung ,, dan waktu ketahuan ada penyumbatan di coroner jantung itu, aku dalam keadaan -terlihat- paling fit. Berat badan ideal, rajin olahraga, makan aku jaga, dan secara penampakan juga atletis -cieeeh- … tapi ya sakit mah sakit aja.

        So, mau gemuk atau langsing, yang penting sehat yaaa 🙂

    1. Jangan pesimis dulu Mbak :hehe. Doh, saya biasanya baru bisa hilang berat badan beberapa kilogram kalau saya sakit :huhu. Ini artinya saya mesti olahraga :)).

  5. Nice reminder Gara… 🙂
    Afterall happiness is all about being grateful for whaterver we have and always try to look upon life from the positive side. Have a nice day 🙂

    1. Have a nice day to you, too :)). Yes, I think we could be happy with the simplest things that happened in our life (though it is quite difficult, too :hehe, but it won’t hurt if we try :hehe). Thank you for your appreciation!

    1. Aduh maaf saya tidak bermaksud menampar orang *looh? :haha*. Iya, saya juga merasa tertampar banget baca tulisan saya sendiri ini, sambil mengingatkan diri sendiri supaya bisa bahagia karena hal-hal kecil. Senang rasanya, tulisan ini bisa berguna. Terima kasih atas apresiasinya ya.

  6. diliat dari wajahnya saya percaya kok mas Gara..haha 🙂
    semoga kita selalu bahagia, karena bahagia itu sederhana 😀

Apa pendapat Anda terhadap tulisan tersebut? Berkomentarlah!